Halmahera Barat, (MR)
Dinas pertanian kabupaten Halmahera Barat saat ini tengah memfokuskan program pemanfaatan lahan kering untuk penanaman padi ladang dan jagung. Keberadaan lahan kering untuk Halbar menurut kepala dinas pertanian Ir. Ismail Alwi, Msi masih begitu dominan dengan demikian program ini diharapkan bisa mengembalikan keberadaan lahan tersebut menjadi lahan produktif.
“Untuk mendapatkan hasil yang lebih produktif dari program pemanfaatan lahan kering, Pak Bupati telah bertemu dengan Bapak Menteri pertanian guna membicarakan pengembangan tanaman padi ladang dan jagung, Bapak Menteri sangat merespon dengan program tersebut”. Ungkapnya kepada Media Rakyat.
Produksi padi ladang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal untuk Halbar, dan untuk tahun-tahun berikutnya menurut Ismail produksinya akan digenjot sehingga pemenuhan kebutuhan pangan untuk wilayah sekitar Halbar seperti Ternate, Halut, Halsel, dan wilayah lainnya bisa dipenuhi. Selain padi ladang produksi jagung juga dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sektor peternakan unggas.
“Halbar saat ini tengah dikembangkan usaha peternakan ayam petelur kurang lebih 15 ribu ekor yang terpusat didesa Goal dan kawasan seputar gunung potong”. Tutur Ismail pada media rakyat. Ia juga merinci hasil produksi padi ladang untuk Halbar yakni 1,2 ton perhektar dan produksi jagung 3-4 ton per hektar.
Pemda halbar sendiri saat ini tengah focus untuk pembangunan pelabuhan Matui yang rencananya dikembangkan
sebagai pelabuhan container. Dengan keberadaan pelabuhan tersebut Ismail optimis akan memberikan kemudahan bagi ekspor produksi hasil pertanian Halbar. >>Ateng
