Dikompirmasi Wartawan, Zakimin Terlihat Gemataran.

 

Natuna(MR)–Wajah Zakimin terlihat kusuk saat keluar dari ruangan komisi II DPRD Natuna. Didepan pintu, ternyata sejumlah wartawan dengan setia menunggunya. Kadis Kelautan dan Perikanan kabupaten Natuna itu, langsung diberondong sejumlah pertanyaan.Alhasil sangkadis terlihat  gemetaran, Senin 23/12/2019.

Zakimin, mengaku “dipitnah korupsi”terkait penyaluran alat bantu tangkap ikan dengan nilai 1,1 millyar ucap sang kadis didepan sejumlah wartawan.

Meski “bermasalah” namun Zakimin tetap berkelit, bahwa penyaluran sudah sesuai dengan prosedur .

Sementara Ketua Komisi II DPRD Natuna Marzuki di dampingi sejumlah anggota komisi II, mengaku pemanggilan Zakimin, terkait pemberitaan bantuan di desa Sededap.

Menurut Zakimin, anggaran 1,1 millyar di peruntukkan bagi 5 kelompok nelayan, 2 kelompok di Subi, 1 Dipulau tiga, 1 di Serasan, 1 Dipulau laut.

Itu merupakan hasil Musrenbang, mulai tingkat desa, hingga ke Kabupaten. Kemudian ditetapkan Camat.ucapnya.
“Prosedur penyerahan sudah sesuai, karena ada rekom dari Desa.”

Kenapa jadi bermasalah, karena, bantuan itu, diperuntukkan untuk 10 orang, teryata dalam perjalanan dibagi untuk 28 orang
sehingga tidak sesuai dengan data awal. Karena itu, Zakimin
dipanggil Polres Natuna untuk dimintai keterangan, ucap Marzuki, saat melakukan pertemuan dengan wartawan di ruang komisi II.

Sebagai anggota DPRD Natuna, kami melihat banyak bantuan diperuntukkan kepada kelompok nelayan. Pada hal kelompok itu sudah sering mendapat . Oleh karena itu, pihaknya berharap pola itu, harus dirubah.

Intinya, DPRD Natuna siap mendukung program Pemerintah yang bersentuhan dengan masyarakat. Kami ingin nelayan pesisir sejahtera. Dan akan selalu monitor, rekan kerja kita./Roy.

Related posts