Diduga Pungutan Rp. 500 Ribu Ratusan Sopir Unjur Rasa

Cianjur, (MR)
Ratusan Sopir Trayek 01.A-01.B Di Cianjur Unjuk Rasa Melewati Jalan Pramuka Cianjur harus bayar 500rb ke oknum pengurus yang diduga melibatkan dua oknum TNI

Ratusan sopir angkutan perkotaan trayek 01/A- 01/B tersebut rabu tgl.2/9-2015 sebelumnya mendatangi gedung DPRD dan kantor Dinas perhubungan dan Kominfo, mepertanyakan mengenai kejelasan adanya pungutan 500rb oleh oknum pengurus 01/A-01/B yg diduga melibatkan 2 oknum TNI. Dimana setiap pengemudi angkot trayek 01/A-01/B untuk bisa melewati ruas jalan baru/jalan pramuka harus membayar 500rb kepada oknum pengurus. Jalan baru /jalan pramuka tdk masuk kedalam trayek 01/A-01/B. Para supir/pengemudi mendapat penjelasan dari pihak Dinas Perhubungan bahwa berkaitan dengan trayek 01/A-01/B hanya membayar biaya sebesar Rp. 75 ribu terang supir kepada Media Rakyat sewaktu di Polsek Karang tengah.

Menurut salah seorang pemilik Angkutan trayek tersebut yang tidak mau disebutkan namanya, saat meminta perlindungan ke Polsek karang tengah menceritakan kepada Media Rakyat. Sebelum bulan puasa, pengurus angkutan umum tersebut mengadakan rapat diaula Desa Sindanglaka dengan mengundang para memilik pengusaha angkutan umum dari kedua trayek 01/A dan 01/B. Para pemilik yang menghadiri rapat tersebut sekitar 30 orang-an. Rapat tersebut membahas mengenai Angkutan trayek 01/A dan 01/B, yang melewati jalan pramuka ditrayeknya dicantumkan ruas jalan baru/jalan pramuka menjadi bagian dari trayek 01/A dan 01/B dengan harus membayar 500rb, karena sebelumnya ruas jalan pramuka tdk masuk kedalam trayek 01/A dan 01/B.

Sewaktu dalam rapat tersebut para pemilik/pengusaha Angkot merasa keberatan apabila harus membayar 500rb meski dalam pembayaranya bisa dua kali pembayaran, dari sekian pemilik angkot yang hadir itu kepengurus mencoba menawar tidak sebesar itu,500rb itu diluar biaya perpanjangan trayek, kata salah seorang pemilik angkot yang menghadiri rapat dengan pengurus sebelum puasa dirinya baru membayar setengahnya 250rb dari 500rb yang harus dibayar.

Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur dan dari Subdenpom (polisi militer) turun langsung datang ke polsek Karang Tengah dimana diruang Kapolsek Karang tengah sudah ada para supir-supir yang mengadukan permasalahan adanya pungutan 500rb yang disertai dengan bukti-bukti kwitansi pembayaran.

Menurut pengakuan para sopir yg berunjuk rasa sewaktu mengadukan melaporkan permasalahan ini ke polsek  karang tengah. Sewaktu ditanya Media Rakyat beberapa sopir mengatakan, mengenai jumlah pemilik angkot yang baru membayar 250rb, dan ada juga yang sudah membayar sepenuhnya diperkirakan sekitar lebih kurang diatas 50 -100 orang. Resahnya para sopir tersebut karena apabila tdk menuruti membayar sebesar 500rb tdk diperbolehkan melewati jalan pramuka tersebut harus berbalik arah tidak boleh melewati ruas jalan pramuka. Bagi setiap pemilik angkot tersebut yang belum melunasi uang sebesar 500rb trayeknya dipegang oleh pengurus dan bagi yang belum melunasi uang tersebut pengurus kepada para supir menekan untuk segera membayarnya, setelah dilunasi trayeknya baru diserahkan ke pemilik/supir.

Bahkan  ada salah seorang supir berinisial Asep dari keluarga M. Marzuki Purnawirawan TNI karena tidak mentaati keinginan pengurus untuk membayar uang sebesar 500rb yang tetap selalu melewati jalan tersebut mendapat perlakuan kasar dari oknum TNI yang diduga membekingi pengurus angkum trayek 01/A-01/B.

Sewaktu para supir mendatangi Dinas Perhubungan dan Kominfo kedua oknum TNI berinisial YD dan BW tersebut datang muncul diantara para supir yang sedang unjuk rasa, kedua oknum tersebut yang sempat saling bertanya kepada M. Marzuki saudara Asep salah seorang supir 01/A, dia langsung masuk ke mobil dan meninggalkan kantor Dinas Perhubungan.

Para supir yang merasa resah dengan adanya pungutan tersebut meminta kepada pihak penegak hukum/kepolisian untuk mengusut dan menindak baik pengurus angkutan umum trayek 01/A-01/B maupun oknum dari TNI yang diduga terlibat dipengurusan angkum tersebut. Selama para supir berunjuk rasa berjalan aman dan tertib. >>Endang Soleh

Related posts