Diduga Banyak Siswa Fiktif di SMPN 2 Cilaku Cianjur

Cianjur, (MR)

Lembaga pendidikan meru-pakan tempat menimba ilmu pengetahuan melalui proses kegiatan belajar mengajar para anak didik untuk meningkatkan sumber daya manusia yang lebih profesional serta intelek-tual supaya lebih mengenal diri sendirinya bahwa mereka perlu bisa menguji menilai karateristik bagai mana cara memerangi kebohongan-kemunafikan berbagai persoalan yang muncul baik di birokrasi maupun hukum dan agama karena pendidikan itu untuk bisa meru-bah sikap mana yang benar mana yang salah tetapi jangan yang benar disalahkan yang salah dibenarkan itu namanya merusak norma-norma hukum.

Menurut wakil Kepala SMPN 2 Cilaku Ade Ahmaludin, S.Pd. di SMP 2 Cilaku Cianjur mempunyai jumlah siswa induk tahun 2010 sebanyak (1091) orang kemudian SMPT (271) orang, kalau ingin lebih jelas langsung dengan Kepala sekolah, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Lagi pula masalah ini perlu musyawarah dengan Kepala Sekolah dengan Guru pengelolanya,”jawabnya Ade.

Namun keterangan jumlah siswa dari sekolah SMPN 2 Cilaku kontradiktif karena keterangan jumlah siswa tahun 2010 (1091) sedangkan data dari Disdik Kabupaten Cianjur (1216) orang selisih (125) orang begitu pula jumlah siswa dari SMPT (271) sedangkan data dari dinas  pendidikan kabupaten Cianjur sebanyak (305) orang selisih (34) siswa.

Jadi jumlah siswa SMPN induk dengan SMPT diduga fiktif sebanyak (159) orang sedangkan siswa induk bantuan dana BOS Rp. 47.500,- per orang, sama SMPT pun dapat bantuan dana BOS Rp 47500 per orang di tambah BKM persiswa Rp.550.000 per tahun, belum Bantuan Siswa Miskin. BKM  khusus kelas 9 sekitar (80) siswa diduga bermasalah karena  siswa sudah tidak ada di sekolah, BKM baru  cair’  khusus  kelas (9). >> Deden Trio / A. Sofyan

Related posts