Subang, (MR) – Pemerintah Pusat maupun Daerah belum lama ini menggelontorkan bantuan fisik berupa Rehabilitasi Gedung, RKB dan RPS untuk sejumlah SMK yang ada di Kab. Subang. Namun siapa sangka, masih ada sekolah penerima manfaat baik dalam pelaksanaan maupun pengajuannya terindikasi bermasalah. SMK Al-Mumtaz misalnya, menurut informasi, sekolah yang berlokasi di Jl. Sindanglaya 10/03 Kec. Tanjung siang-Subang ini mendapat bantuan Rehabilitasi kelas dan RKB.
Padahal menurut informasi yang didapat MR, SMK Al-Mumtaz ini tidak memiliki lahan lagi untuk merealisasikan bantuan RKB yang diterima, selain itu, Gedung SMK Al-Mumtaz juga digunakan untuk kegiatam Yayasan Al-Mumtaz yang lain, yaitu TK &MTs. Plus Al-Mumtaz.
Menanggapi hal itu, Engkas, S.Ag. S. PdI, selaku Kepala SMK Al-Mumtaz kepada awak media menjelaskan, pihaknya memang mendapat bantuan Rehab Kelas dari Pemerintah Pusat TA 2017 sebanyak dua lokal dengan anggaran Rp. 100.600.000,- yang saat ini telah rampung dilaksanakan. Sementara, masih kata Engkas, untuk SMK Al-Mumtaz juga tercatat sebagai calon penerima bantuan RKB sebanyak tiga Lokal yang dananya bersumber dari APBD I Provinsi Jawa Barat dengan nilai Rp. 300 jutaan. Diakuinya, bahwa untuk RKB belum bisa dilaksanakan, mengingat lahannya juga memang tidak ada. Pihaknya berencana untuk membongkar bangunan yang ada agar bantuan RKB dapat dilaksanakan.
“Kalo RKB belum dilaksanakan, lahannya gak ada, paling rencananya kami akan bongkar gedung yang ada. Tapi kami sudah mengikuti bimtek dan MoU juga sudah” ujarnya. Menyikapi hal itu, aktivis pemerhati pendidikan Kab. Subang yang enggan namanya dipublikasikan mengatakan, apa yang terjadi di SMK Al-Mumtaz adalah upaya akal-akalan pihak SMK dan Yayasan agar mendapat bantuan pemerintah.
“Gedung SMK itu harus jelas secara administrasi, kalau MTs ya MTs, SMK ya SMK, jangan dicampur-campur, karena (hasil bantuan) itu nantinya diinventarisir. Yang mengejutkan menurut saya adalah ketika SMK Al-Mumtaz mendapat bantuan RKB sementara lahan gak ada? Kan aneh.
Kalaupun disiasati dengan menghapus bangunan yang ada tentunya kan keluar dari tujuan Bantuan RKB yaitu untuk meningkatkan daya tampung sekolah” tandasnya. Lebih lanjut pihaknya berharap agar Lembaga Pendidikan hususnya yang ada di Kab. Subang jangan mencoreng citra pendidikan, mengembangkan pendidikan itu bagus tapi jangan menghalalkan segala cara. >>Asep
