Diduga Ada Pungli Pada Calon Perangkat Desa Ringinpitu

Kediri, (MR)
Bursa pengangkatan Perangkat Desa Ringinpitu di wilayah Plemahan Kediri belum dimulai & belum ada kepastian. Menurut prosedur yang benar, tentu sampai ada Kades baru yang difinitif.
Menurut Pemerintah Desa (Pemdes), ada kekosongan 4 Perangkat terdiri dari 3 perangkat Kepala Dusun (Kasun), dan 1 Sekretaris Desa (Sekdes). Wilayah Desa Ringinpitu sendiri terbagi menjadi 4 Dusun. Kemudian suasana Masyarakatnya mempunyai sikap kritis dalam menanggapi permasalahan. Semua karena demi kemajuan pembangunan Desa Ringinpitu kedepannya.
Berdasarkan investigasi, mayoritas masyarakat Ringinpitu sudah dalam kondisi krisis kepercayaan. Apalagi ada rumor berkembang, bahwa ada dugaan indikasi kuat Mantan Kades melakukan hal yang benar-benar merugikan masyarakat.
Informasi ini dihimpun dari Masyarakat, dan narasumber yang bisa dipercaya. Mantan terindikasi ada dugaan kuat penyalahgunaan wewenang pada saat maaih aktif menjabat, bahkan masing-masing calon dikenakan pungutan hingga mencapai ratusan juta. Pihak korban adalah dari calon-calon Kepala Dusun (Kasun) antara lain Dusun Meduran, Kalianyar, Ringinpitu. Tentang penarikannya dilakukan secara person ,hingga sekarang sudah terendus kabar ke semua pelosok Desa Ringinpitu.
Perbuatan ini nampaknya memang disengaja, karena dilakukan pada kondisi yang sehat. Perkara ini masuk ke indikasi penipuan, juga pelanggaran aturan, dan hukum. Dengan nilai uang tak tanggung-tanggung mencapai hingga ratusan juta. Meskipun begitu secara terpaksa calon memenuhi permintaan saat itu, walaupun dengan menjual sapi, mengambil bank dan sebagainya.
Perlu diketahui, boleh Kades menjanjikan atau mengatakan pada siapapun tentang powernya dalam pemilihan nanti. Pada kenyataannya sekarang ketika jabatan itu tidak disandangnya atau pensiun, secara otomatis power itu sudah hilang atau tidak ada lagi. Yang ada tinggal baik buruk selama aktif menjabatnya dulu. Sekedar pengetahuan sekali lagi, Desa Ringinpitu belum bisa mengadakan bursa pencalonan perangkat selama Pemimpin definitif belum ditetapkan. Masyara-kat inilah yang dinamakan peduli dengan proses perkem-bangan Desa, terutama tentang Pembangunannya selama ini.
Ketika Tim Jurnalist mengkonfirmasi Sumali (Mantan), penegasannya menyangkal masalah ini, “itu hanya kasak kusuk di masyarakat biar saja orang mengatakan seperti itu. Saya tetap positif maju pencalonan Kades,” ujarnya.
Ketika mayoritas masy-arakat mempercayai 70,% rumor yang berkembang terkait calon Kasun menyerahkan uang ratusan juta, sudah seharusnya semua  memahaminya. Semua kembali ke masyara-katnya sendiri agar lebih bijak menyikapi permasalahan ini. (Bersambung) >>Ags

Related posts