Ciamis, (MR)
UPTD pendidikan dan kebudayaan kecamatan banjarsari menggelar rapat antara, pengawas, PGRI, serta koperasi, bertempat di SDN 2 Sukasari. Acara tersebut merupakan agenda yang selalu di laksanakan untuk mempererat ikatan tali silaturahmi, Dede Sarto mujianto,S.pd,MM,M.si selaku kepala UPTD pendidikan dan kebudayaan Kecamatan Banjarsari mengatakan kepada MR terkait acara tersebut.
Yang pertama ini merupakan agenda program UPTD pendidikan bekerjasama dengan organisasi propesi dan kewirausahaan KPRI mukti, TRI Tunggal atau segi tiga emas ini sengaja menggulirkan sebuah program silaturahmi ke-lapangan melalui gugus sekolah gugus tersebut di bagi 6 gugus SD, 1 TK. Lebih lanjut Dede sarto menjelaskan tentang pembentukan watak dan kedisiplinan keprofesionalan guru yang tujuanya, ingin mencapai yang profesional yang bermartabat guru yang mampu melaksanakan tugas sebagai mana pungsi dari pada guru itu sendiri yang artinya, guru akan lebih tahu tentang jabatan yang di embanya.
Sehingga sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) Nomor 74, bagaimana guru mengajar dan menghadapi tatap muka terhadap anak didik dan bagai mana di amanatkan termen kemudian bagai mana standar kompetensi guru, dan yang terpenting adalah mengingatkan teman-teman kami di lapangan jangan sampai dalam situasi saat ini peran dan fungsi guru itu tidak berjalan dengan baik juga di harapkan kepada seluruh guru khususnya di lingkup UPTD pendidikan Banjarsari menjadi guru yang lebih profesional, ungkap dede sarto. Lebih lanjut Edi,S.pd selaku ketua PGRI Kecamatan Banjarsari menambahkan ,PGRI kecamatan banjarsari beranggotakan 712 orang menurut data ,terdiri dari guru SD, TK, SMP, SMA, dan SMK, jumlah guru untuk tenaga pengajar SD sebanyak 400 guru, dan ini merupakan himbauan kepada semua guru pendidik.
Mari kita rapatkan barisan dalam arti agar tercapai tujuan kita mewujudkan cita-cita organisasi, cita-cita pemerintah dan berharap, organisasi guru semakin lebih baik, terutama sekarang yang lagi di pergunjingkan pemerintah beriringan dengan organisasi profesi guru dan semakin lebih baik lagi etikanya karena di dalam organisasi tersebut ada kode etik guru ungkap EDI. >>Hr
