Nganjuk, MR – SMAN 1 Tanjunganom Ngajuk melaksanakan gerakan bersih-bersih di lingkungan sekolah. Hal ini sesuai ajakan pemerintah sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah). 18/02/26
Pencanangan tersebut dilakukan Kepala Sekolah Bowo bersama seluruh Staf dan Guru. Gerakan bersih-bersih tersebut merupakan upaya menghidupkan kembali budaya gotong royong dan kepedulian lingkungan di sekolah. Kebiasaan bersih-bersih yang dulu rutin dilakukan siswa kini perlu dihidupkan kembali sebagai bagian dari pembiasaan karakter sejak dini.
Ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi membangun kesadaran anak-anak kita agar peduli lingkungan. Pemerintah mengingatkan, Indonesia sedang mengalami darurat sampah. Produksi sampah nasional mencapai sekitar 142 ribu ton per hari, namun yang bisa terolah baru sekitar 24 persen.
Maka dari itu peran sekolah dalam membentuk perilaku ramah lingkungan, mulai dari memilah sampah organik dan non-organik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga membiasakan membawa tumbler dari rumah. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan berdampak besar bagi lingkungan.
Selain itu, tentunya Dinas mengapresi melalui program Bergerak Bersih-bersih yang dinilainya bisa menjadi contoh bagi yang lainnya. Setiap Sekolah perlu punya kreativitas. SMAN 1 Tanjunganom menunjukkan bahwa gerakan bersih-bersih bisa menarik karena melibatkan Staf dan Guru. (Ag)
