Cilacap, (MR)
Tuntutan masyarakat Cilacap Barat secara makro dalam rangka ingin menjadi Daerah Otonomi Baru ( DOB) diperjuangkan sejak tahun 2004. Perjuangannya pun menuai beragam opini publik, mulai dari kepentingan elite politik, gerakan orang sakit hati atau gerakan asal-asalan tanpa batas. Namun kalau kita mau jujur bahwa progres pemekaran sering dijadikan komoditas pemenangan percalonan legislatif dan eksekutif.
Menurut salah satu anggota team presidium yang tidak mau disebutkan namanya, proses pemekaran yang saat ini belum direalisasikan (4/8/15) adalah bentuk ketidakpekaan para elite terhadap apa yang menjadi aspirasi masyarakat Cilacap Barat secara mayoritas. Namun terkait atas responnya para elit politik saat ini, diharapkan mampu menjadi jalan keluar atas persoalan yang terjadi di wilayah Cilacap bagian barat.
Bentuk tekanan terhadap pem erintah sering dilakukan semisal dengan mendatangi Bupati dan Anggota Dewan atau bahkan aksi -aksi simpatik masyarakat dan Team Presidium. Aksi tanggal 27 juli 2015 pada hari Senin bertepatan dengan resesnya anggota DPRD 1 Jawa Tengah dapil 8 dari Fraksi PDI.P,H.Samirun SH.MH di Kecamatan Dayaeuhluhur dan Majenang yang diliput baik oleh media cetak maupun elektronik, perwakilan masyarakat dan pengurus team pemekaran mendesak kepada H. Samirun untuk menyam paikan kepada Gubernur bahwa masyarakat tidak mau berlama-lama dalam merealisasikan apa yang menjadi keinginan masyarakat Cilacap bagian barat secara mayoritas. Menurut salah satu peserta aksi pada saat itu mengatakan, “aksi kami saat ini hanyalah aksi kecil biarkan mereka membuat opini lagi, namun kami pada dasarnya sudah bosan dengan janji-janji yang sering mereka lontarkan. Apakah kami harus terus melakukan aksi agar mereka tahu apa yang kami inginkan! Namun kali ini kami tegaskan kepada Gubernur Ganjar Pranowo bahwa kami sangat serius. Kami ingin mengetahui dukungan Gubernur secara kom prehensif bukan dengan politisasi kami sudah bosan, perjuangan ini sudah puluhan tahun namun ujungnya mereka hanya janji setengah hati. Apakah Anda juga mau seperti pendahulunya (Bibit Waluyo) atau benar-benar serius, ini yang kami tunggu!” ujarnya.
Namun berdasarkan wawancaranya yang dilakukan oleh para awak media termasuk Media Rakyat H.Samirun mengatakan bahwa Gubernur sangat serius untuk menyikapinya. Terbukti saat ini beliau sudah membentuk team kecil untuk menindak lanjuti keseriusannya. Team kecil itu langsung dipimpin oleh asisten I Gubernur Jawa Tengah. Namun hasilnya belum dilaporkan kepada Gubernur.
Bambang Suharto SE, selaku ketua umum team Pemekaran mengatakan Bupati saat ini sudah tidak ada masalah tinggal menunggu intruksi lebih lanjut dari Gubernur. Jadi kami akan terus konsisten mengawal proses ini sampai tuntas, sampai Cilacap Barat menjadai DOB. Untuk itu sedulur kabeh mari kita tetap bersemangat dalam perjuangan ini karena kita tidak main-main dengan gerakan ini.
Dikutif dari pers release, berdasarkan team kajian yang dilakukan oleh Tim LPPM UNSOED tahun 2014 tentang penyempurnaan kajian sebelumnya bahwa apa yang menjadi penilaian kunci dalam kajian tersebut Cilacap Barat sangat mampu untuk mekar sesuai ketentuan dalam dalam PP Nomor 78 Tahun 2007 tentang Pedoman Pembentukan Daerah Otonomi Baru.
Dengan sangat layaknya Cilacap Barat untuk menjadi DOB berdasarkan hasil tim kajian yang dilakukan oleh LPPM UNSOED maka diharapkan pemekaran ini akan mendorong laju pembangunan di wilayah Cilacap Barat, menaikkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendekatkan pelayanan publik yang dapat memaksimalkan pelayanan secara efektif, hemat dan efisien. >>Alek Tarkum
