Kayuagung, (MR)
Rencana pembentukan tim elit udara memadamkan api diar udara oleh beberapa perusahaan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel, dibawah naungan PT Sinarmas Group, sepertinya hanya akal akalan untuk cari perhatian (caper) terhadap pemerintah OKI.
Demikian dicetuskan para pegiat lingkungan meminta Perusahaan tidak cuma mencari perhatian dengan membentuk tim elit pemadam api melalui jalur udara seperti yang dilakukan oleh perusahaan beberapa perusahaan di Kabupaten OKI.
“Kita berharap perusahaan tidak sekadar untuk mencari momentum atau semacam mencari kesan bahwa mereka peduli dengan kebakaran hutan dan lahan,” kata Syarifuddin Goeshar aktivis lingkungan di Kabupaten OKI.
Menurut Syarifuddin, saat ini kesannya perusahaan hanya mencari perhatian soal karhutla dengan membentuk time lit pemdam api melalui jalur udara dan sebagainya.
“Kita tidak perlu dengan hal yang demikian yang kita inginkan adalah action mereka dilapangan, percuma bentuk tim elit dan sebagainya kalau lahan mereka sendiri masih terbakar, sekarang ini perusahaan tidak perlu mengurusi lahan orang lain, urus saja lahan mereka masing-masing bagaimana caranya agar tidak terbakar,”jelas Syarifuddin.
Hal senada juga diutarakan oleh Anggota Komisi IV DPRD OKI, dari partai Nasdem, H. Solahuddin Djakfar menurutnya, kepedulian perusahaan tersebut hanyalah pencitraan semata, buktinya beberapa tahun lalu Komisi IV sudah sering melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada perusahaan tapi kenyataannya masih saja lahannya terbakar.
“Ini kalau sudah kemarau baru ada action inikan hanya sekedar cari perhatian,” jelasnya. Solahuddin juga mengatakan, kepada pihak perusahaan untuk fokus saja terhadap lahan mereka masing-masing. Bagaimana caranya agar tidak terbakar lagi dengan mempersiapkan SDM yang mumpuni begitupun dengan fasilitas yang harus dilengkapi. “Kalau saat ini kan titik hotspot ini minim bukan karena kerja mereka tapi memang karena factor cuaca yang sudah masuk musim hujan,” terangnya.
Solahuddin menambahkan, ada beberapa perusahaan dibawah naungan sinarmas group yang pernah dibekukan oleh Kemen- terian Lingkungan Hidup dan Kehutanan diantaranya PT Bumi Mekar Hijau (BMH) akibat kebakaran lahan berulang pada tahun 2014 dan 2015.
“Kita berharap mereka tidak hanya mencari sensasi dengan membentuk tim peduli api tapi semoga apa yang mereka lakukan ini benar-benar bukan hanya semata-mata untuk mencari perhatian,”jelasnya. >>Ipan
