Bupati OKI: Tradisi Midang Akan Jadi Sorotan Dunia

Tradisi 2Kayuagung, (MR)
Tradisi midang tidak hanya menjadi perhatian masyarakat ataupun perhatian pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) saja, tetapi turut menjadi perhatian pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), bahkan menjadi sorotan duniaý. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati OKI, Iskandar SE pada saat menyaksikan kegiatan midang di Pendopo Kayuagung, belumlama ini.

Dedy Kurniawan SSTPMasih kata Iskandar, tradisi midang khususnya bagi warga morge siwe atau sembilan kelurahan yang ada dikota kayuagung merupakan tradisi yang telah dilakukan secara turun-temurun sejak tahun 1672 silam hingga sekarang.

“Tradisi midang yang telah menjadi ciri khas kota kayuagung diharapkan dapat terus dipertahankan kelestariannya, dan hal ini kembali lagi pada masyarakatnya sendiri, jika mereka mampu mempertahankan tradisi tentunya kita selaku pemerintah tinggal mendorong mengenai apa saja kekurangan atau keperluan bagi tradisi tersebut dan pasti akan kita bantu,” katanya.

Dijelaskannya, Tradisi Midang di Kota Kayuagung memiliki dua versi, diantaranya yakni Midang Begorok yang dimana terjadi arak-arakan pemuda – pemudi yang mengiringi pasangan pengantin. Selanjutnya Midang Babuke, merupakan perkembangan yang difungsikan menjadi suatu bentuk hiburan bagi masyarakat pada perayaan hari raya Idul Fitri tepatnya dihari ketiga dan keempat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten OKI, H. Amirudin, SSos Msi menjelaskan bahwa Midang pada tahun 2016 ini diikuti oleh 11 kelurahan. “11 kelurahan ini di bagi menjadi dua, diantaranya yakni 6 kelurahan di hari ke 3 idul fitri dan 5 kelurahan di hari ke 4 idul fitri,” jelasnya.

Amirudin menambahkan, untuk midang tahun ini di hari pertama 3 kelurahan midang muda mudi, kemudian 3 kelurahan berikutnya midang yang biasa dilakukan setiap tahunnya memakai pakaian adat, perangkat kelurahan dan sebagainya.

“Tetapi 3 kelurahan yang muda mudi itu khusus muda mudi semua dan tetap di barisan terdepan harus ada pengantin. Dan untuk hari ke 2 atau lebaran ke 4 ada 2 kelurahan yang memakai pakaian adat seperti tahun –tahun yang kemarin dan 3 kelurahan khusus muda mudi.

Lebih lanjutkan H. Amirudin, S. Sos, M. Si mengatakan bahwa Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel sangat tertarik dengan kegiatan midang ini, karena midang ini merupakan acara budaya dan adat, sehingga rencana kedepan akan di kaloborasikan dengan kegiatan di Provinsi , seperti pagi kegiatan Provinsi dan di siang harinya kegiatan midang.

Terpisah Camat Kota Kayuagung, Dedy Kurniawan SSTP mengatakan, midang tahun ini ada perbedaan dari tahun sebelumnya, diantaranya yakni ada dua jenis pakaian yg akan digunakan oleh kelurahan dan ini sudah ditentukan oleh lembaga adat beberapa waktu yg lalu. “Ada pakaian adat ada pakaian nasional, contohnya kelurahan kedaton akan menggunakan pakaian nasional, maksud dari pembedaan ini agar pelaksanaan midang kali ini lebih meriah dan ada perbedaan namun tentu saja tidak akan menghilangkan esensi dari Midang tersebut”, jelas Camat Kota Kayuagung. >>Ipan

Related posts