Anambas,(MR)
HELATAN Coffe Morning yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas pada Sabtu (23/06) di Balai Pertemuan Masyarakat Siantan menghadirkan tamu khusus yang berperan sebagai narasumber dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). “Hari ini kita kedatangan 2 tamu special dari BPPT,” pungkas Bupati KKA, Drs. Tengku Mukhtaruddin saat menyampaikan sambutannya dalam Coffe Morning tersebut.
Tengku mengemukakan alasan dihadirkannya 2 orang tamu dari BPPT tersebut adalah agar masyarakt yang menghadiri acara hari itu mengetahui apa yang ada, apa yang telah disusun dan apa prospek KKA kedepan. “Ada alasan mengapa kedua narasumber ini hadir disini. Mereka datang agar semua masyarakat Anambas tau apa yang ada dan telah disusun serta prospek Anambas,” papar Tengku mengutarakan alasannya.
Tengku mengaku bahwa dirinya bersama-sama dengan jajaranya dan DPRD KKA mengupayakan seluruh perangkat dan kebutuhan guna menyusun kerangka pembangunan dapat diselesaikan sesegera mungkin. Sebagai bukti tahun 2012 ini Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) KKA sudah diselesaikan. “Kita terus upayakan menggesa kerangka pembangunan. Buktinya tahun ini RTRW Kita sudah selesai, tinggal menunggu pengesahan DPRD untuk di Perda-kan,” pungkas Tengku.
BPPT juga dinilai ikut berperan dalam penyelesaian RTRW tersebut. Karena dalam pembahasan kerangka RTRW di kementrian kehutanan dan kementrian PU, BPPT ikut serta memandu Pihak KKA. “Kerangka sudah dibahas di Kementrian PU dan Kementrian Kehutanan dengan panduan BPPT. Kemudian disahkan oleh pejabat yang berwenang akhirnya keluarlah RTRW kita,” jelas Tengku. Dengan demikian semua potensi dan tata ruang wilayah KKA sudah terpampang dengan jelas. “Sekarang kita sudah tahu dimana kita harus membangun perkantoran, pemukiman, dimana hutan lindung, dan semua potensi lainnya. Itu dasarnya kita untuk membangun daerah baru,” jelas Tengku.
Sementara salahs atu nara sumebr dari BPPT yang dihadirkan oleh Pemda KKA menyebutkan bahwa sebagai kaasan perbatasan, KKA memiliki nilai strategis. “Menurut dokumen strategis Nasional bahwa semua wilayah perbatasan itu masuk kawasan strategis Nasional. tidak terkecuali Anambas,” katanya.
Dirinya juga berharap bahwa sebagai daerah terluar KKA tidak menjadi daerah tertinggal atau terkucilkan, melainkan menjadi daerah ayng terdepan, mandiri dan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional. “Anambas tidak menjadi darah tertinggal, tapi harus menjadi yang terdepan dan mandiri serta bisa menjadi pusat pertumbuhan Nasional,” demikian pungkasnya.
Kedepan nara sumber BPPT tersebut megnatakan akan mencoba pendekatan baru dalam mengembangkan dan meningkatkan daya saing KKA. Pendekatan itu adalah pendekatan system. Berbeda dari pendekatan-pendekatan yang diterapkan di lain tempat yang lebih parsial dan sektoral, pendekatan baru ini akan mengedepankan sinergi, kolaborasi antar stake holder dan Pemda, termasuk dengan pemerintah pusat. “Kita coba pendekatan baru untuk mengembangkan Anambas, yaitu pendekatan system yang lebih megnedepankan sinergi dan kolaborasi antar pemerintah daerah, pelaku bisnis, masyarakat dan tokoh intelektual serta pemerintah pusat,” paparnya.
Sejak 1 Maret 2011 silam Pemda KKA sudah menjalin kerjasama dengan BPPT melalui MoU. Sejak saat itu BPPT selalu memberikans ejumlah dukungand an bantuan kepada pemda KKA, mulai dari penyusuna dokumen strategis RPJPD yang diharapkan bisa menjadi referensi implementasi pembangunan KKA kedepannya. >> Eichiro/ Edo
