Ciamis, (MR)
Bina marga dinilai lambat dalam pemeliharaan atau perbaikan jalan, padahal jalan tersebut merupaka akses prioritas yang harus di perhatikan sampai berita ini di turunkan belum ada realisasi perbaikan 2015, hasil investigasi MR di lapangan banyak terjadi kecelakaan di karnakan jalan berlubang dan sangat parah menurut, Agus Hendarto selaku kepala balai ketika di temui koran ini mengungkapkan, memang tahun 2015 ini tidak adanya unsur di sengaja.
Dikarnakan dengan adanya Kepres nomer 4 tahun 2015 intinya mengatur mengenai barang dan jasa jadi kita dari beberapa kegiatan harus menyesuaikan prosesnya sampai terakir waktu itu menayakan LPSI mengenai penerapan.
“Alhamdulilah pada akhir pebruari kemarin ada jawabannya, mengenai upah masalah pengadaan bahan sekarang udah berjalan mulai awal bulan maret kemarin, lanjut Agus kalau yang di lelangkan masih dalam proses sekarang pada intinya kita menunggu informasi dari LPSI kepastianya seperti apa intinya dari kepres yang baru itu ada bukti rumens intendring dan trapusesing implenetasinya seperti apa baru akhir perbuari itu saya sudah mendapatkan dengan jelas da insa alloh paket-paket yang di kenakan itu minggu-minggu ini sudah di umumkan, ada beberapa paket belasan paket, di antaranya rehabilitasi, peningkatan ada 19 paket keseluruhannya dan insa alloh pekan depan sudah bisa di lelang, kita ini terus terang saja keterbatasan dana, jadi kita bagi-bagi sedemikian rupa 1 milyar 2 milyar kita prioritaskan tempat tempat yang sangat diperlukan yang jelas pelayanan ke masyarakat harus di utamakan,” tuturnya.
Menyikapi hal ini menurutnya sudah menjadi langganan setiap tahun ketika jalan pada berlubang penyebabnya yang ke satu musim hujan yang kedua januari pada umumnya semua instansi sedang mengurus namanya di benar anggarannya.
Meskipun kita tetap merawat, akan tetapi dalam pemeliharaan tersebut anggarannya sangat terbatas, terkait dengan kapasitas beban jalan nasional seperti pantura itu 15 ton, tapi kalau jalan biasa beban 12 ton paparnya. >>Hr
