Maluku Utara, (MR)
Siapakah kita dahulu, siapakah kita sekarang dan siapakah kita dimasa depan? Setiap manusia, kapan dan dimanapun yang menghayati hidup dengan berdoa kepadannya, insya Allah bakal diberikan yang terbaik, Tanpa ada prasanka dan kepentingan yang pada akhirnya kita akan terbangun untuk bekerja demi tanggung jawab dunia dan akhirat.
Menjelang sore Sabtu Akhir agustus Media Rakyat bertandang, ke rumah Bapak Ir. H. Musdalifah Ilyas bincang – bincang, ini amat bersahaja. Sosok yang terkenal murah senyum, santun dan bijak dalam setiap sikap dan ucapannya patut disandingkan kepada musdalifa ilyas. Berbekal pengalaman didunia berokrasi dalam menduduki beberapa jabatan penting baik dilingkup pemerintahan kota ternate, maupun dilingkup propinsi maluku utara. Pria kelahiran galela, 09 juli 1952 silam ini sementara telah memasuki masa pensiun sempat juga dipercayakan untuk menduduki job strategi disalah satu dinas perhubungan kabupaten halmhera selatan Menyelesaikan serjana pertanian di universitas Patimura Ambon 1983, Musdalifa yang sedari bercita-cita untuk menjadi seorang insinyur.
Memulai karir dibirokrasi dikabupaten maluku utara sebagai kepala sub bidang pelatihan dan keterampilan ditahun 1986 – 1989. Dalam kerja –kerja birokrasi tersebut musdalifa, dinilai mampu menghendel berbagai program – program yang bersentuhan dengan bidang pertanian. Setelah menduduki jabatan tersebut ia kemudian diangkat sebagai kepala unit pengembangan kelapa dijailolo, berselang setahun kemudian dipercayakan sebagai kepala unit pengembangan kelapa rakyat (IBRD). Jailolo, sahu, ibu dan oba. Karir birokrasi mulai menggeliat dalam sanubarinya ia punya mind-set pemikiran kerja – kerja birokrasi adalah kerja melayani masyarakat. Atas pemikiran seperti itu sosok yang satu ini, terkenal selalu dekat dengan masyarak. Dalam serangkaian program – program kerja dibidang pertanian ia selalu intens memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
Tahun 1995 suami dari Hj. Djinayah Ahmad, ini dipercayakan untuk menduduki PLT kepala dinas perkebunan kabupaten maluku utara. Dari jabatan ini pula musdalifa diperhadapkan dengan program intensifikasi pertanian. Lompatan pembangunan dibidang pertanian yang berkontribusi besar bagi peningkatan PDRB maluku utara. Lagi –lagi sektor pertanian, perkebunan dan tanaman pangan adalah sektor unggulan. Hampir 70 persen penduduk maluku utara bekerja pada sektor ini, dalam konteks ini menurut musdalifa saat itu, pemanfaatan lahan disektor pertanian dimaluku utara menunjukkan bahwa pemanfaatan untuk perkebunan mendapat porsi terbesar 150. 994 Ha (86.7 %). Kemudian pemanfaatan lahan untuk pengepalan 13. 653 Ha (7.8 % ), dan untuk kebun campuran dan lahan sawah 1.618 Ha (0,9 %). Dijelaskan pula pada Saat itu, sektor pertanian dari enam sub sektor yang memiliki peran dominan terhadap pembentukan PDRB Maluku Utara. Pengoptimalan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang dapat diperbaharui ini dapat mempercepat perputaran ekonomi rakyat. PDRB sector pertanian setelah diawal – awal reformasi lebih rendah jika dibandingkan dengan laju yang dicapai pada tahun 2006. Saat ditanya figur mana yang hinggap dihatinya? Musdalifa secara transparan menyebutkan figur AGK adalah figur yang ideal dalam rangka mentransformasikan pembangunan maluku utara menuju pada agenda perubahan. Untuk proses transformasi pembangunan tersebut, menurut musdalifa ada matra penting yang perlu dimiliki oleh figur pemimpin. Figur AGK adalah figur yang memenuhi standar kelayakan semisalnya jujur, amanah, istiqamah, dan bermoral. Dengan investasi seperti ini yang diharapkan kedepan isu – isu korups, kolusi dan nepotisme dapat diberantas. Konsepsi kepemimpinan yang mengedepankan moralitas dan kejujuran akan menjadi piranti penting bagi suksesnya program – program pemerintah.
Bagi musdalifa, sehebat apapun dan sebagus apapun program yang didesain tapi basis kulturalnya keropos. Maka bisa dipastikan program – program pembangunan yang spektakuler tersebut, diibaratkan seperti membuang garam dilaut. Ayah dari Siti Hawa S.pi, Irnawati Suryaningsih dan M. Irfan Ma Guraici yang sementara memiliki job possion, pernah juga menjabat kepala dinas perhubungan kabupaten halmahera selatan(Plt), tahun 2013 – 2014, Di kabupaten Halmahera selatan. Ini sekalipun, memiliki basis keilmuan dibidang pertanian namun, terbilang intens juga apabila berbicara ikhwal tentang perhubungan.
Pada pemerintahan gubernur H. Abdul Gani Kasuba ia juga merasa terpanggil dan dipercayakan untuk menduduki jabatan kepala dinas pertanian propinsi maluku utara berbagai tantangan dan rintangan yang mestinya ia selesaikan khususnya dibidang pertanian. Baik itu program pembibitan yang nantinya akan di berikan kepada masyarakat petani disetiap kabupaten/kota ia mengatakan bahwa pada dasarnya, mestinya masyarakat petani harus mampu menggarap lahan seluas – luasnya untuk persiapan program pembibitan yang akan datang, sehingga dapat memberikan kesejateraan bagi masyarakat petan itu sendiri. Disamping itu, panggilan akrab H.Muzdalifa juga diberi kesempat dipilih untuk menjadi karteker Bupati Halmahera Timur (HALTIM ) Pada empat bulan yang lalu. Dalam perjalan itulah beliau mampu melakukan penyesuaian baik pada kalangan pegawai di pemerintahan, maupun pada masyarakat setempat, dalam rangka melanjutkan program pemerintahan daerah Khususnya pada kabupaten Halmahera timur. Upaya dalam mengehadapi pemilihan umum sampai pada perhitungan suara khususnya kabupaten Halmahera timur, ini merupakan pertama kalinya Namun tetap berjalan lancar, aman, damai dan tertib pada Kab Halmahera timur. >>Mubarak
