Beasiswa Bergulir Dinas Pendidikan Didemo Mahasiswa

Tanjungpinang,(MR)
DINAS Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Baru-baru ini mendapatakan penghargaan percepatan penyaluran  dana  BOS (Bantuan Operasional Sekolah) ditingkat Nasional dengan beberapa Provinsi yang lain se Indonesia dari Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan, Ini merupakan salah satu apresiasi dan prestasi yang sangat baik dalam meimplementasikan  anggaran pendidikan terhadap para siswa dalam masyarakat di Kepulauan Riau. Namun lain halnya yang terjadi didaerah, Dana bantuan untuk pendidikan yang berupa beasiswa bagi mahasiswa/i yang berprestasi maupun beasiswa bagi para mahasisiwa/i yang tidak mampu (SKTM), menuai masalah, Beberapa Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Masyarakat (GAM) Kepulauan Riau, melakukan demo ke Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau semenjak Selasa (12 s/d 14/06), Organisasi mahasiwa itu terdiri dari HIMAPERSIS (Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam, GMPI (Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia), Pergerkan Pelajar Indonesia Raya, Gelombang Gerakan Rakyat (G-GER),  dihalaman  Kantor Disdik Provinsi Kepulauan Riau.
Adapun aksi mahasiswa/i ditandai dengan aksi cap darah pada lembar tuntutan yang dipandu tiga mahasiswi sekolah kebidanan yang turut hadir dengan membawa perlengkapan medis seperti alkohol, kapas dan jarum,  kemudian diserahkan kepada salah satu wartawan media dan bukan diserahkan kepada Kepala Disdik Provinsi Kepri, menandakan hal ini sebagai satu bentuk kekecewaan dan protes kepada lembaga tersebut. Ini kami lakukan karena kesungguhan kami dalam memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan kami, kata Hazhary, Koordinator Lapangan (Korlap) GAM kepri.
Adapun tuntutannya adalah meminta mekanisme yang jelas dan transparansi serta perubahan dalam sistem pembagian dana bantuan beasiswa atas dasar keadilan dan kearifan yang mengakomodir seluruh kepentingan mahasiswa/i disetiap kabupaten/kota di Kepulauan Riau. Kemudian terkait dengan  kegiatan yang dilakukan Disdik tentang kegiatan Program KCSTV tahun 2011dengan anggaran sebesar Rp.750 juta dan tahun 2012 sebesar Rp.1 miliar (1M) dan meminta  transparansi dinas pendidikan dalam pelaksanaan kegitan tersebut.
Serta berbagai persoalan program kegitan yang menyangkut tentang dunia pendidikan disekretariat Disdik untuk di Audit oleh pihak terkait, Dan tidak kalah pentingnya para Mahasiswa meneriaki sekretaris Dinas pendidikan Provinsi kepri (Yuzet-red) untuk mundur dari jabatannya, karena Mahasiswa menilai persoalan-persoalan yang ada di dunia pendidikan yang ada di  Provinsi Kepulauan Riau tidak pernah terselesaikan.
Saat di konfirmasi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Yatim Mustafa sedang tidak berada ditempat, berhubung ada undangan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan untuk menghadiri acara penghargaan para provinsi yang mendapatkan penghargaan tentang percepatan penyaluran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Para wartawan diterima langsung oleh sekretaris Dinas Pendidikan yaitu Yuzet didampingi Syaiful Anwar SH serta Aai Pansuri sebagai PPTK beasiswa bidang kemahasiswaan. Yuzet minta maaf ketidak hadiran Kepala Dinas pendidikan berhubung ada undangan tersebut.
Menanggapi tentang mekanisme dan transparansi sistem pembagian dana bantuan beasiswa, Yuzet menyatakan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri sudah melaksanankan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada serta transparan terhadap masyarakat kepulauan Riau dengan adanya pengumuman penerima bantuan beasiswa melalui internet dan website Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Masyarakat silahkan saja mengakses ungkapnya. Sewaktu dikonfirmasi tentang pemerataan bantuan tersebut, bahwa Dinas Pendidikan memberikan bantuan sesuai dengan perguruan tinggi yang ada di kepulauan Riau, tidak secara sitem menurut Kab/kota karena Kabupaten kota ada yang belum mempunyai Perguruan Tinggi.
Sampai saat ini bantuan beasiswa Jalur Prestasi, Jalur Tidak Mampu, dan Jalur Kemitraan yang akan disalurkan pada gelombang ke-I tingkat DII,S1/D4,S2, dan S3 sebanyak 1.300 orang beasiswa, Pada tahun 2012 calon penerima beasiswa di di Provinsi Kepri sebanyak 3.200 orang dari Perguruan Tinggi yang ada, dan sisanya akan diberikan pada gelombang ke-II yang pendaftaran dibuka 02 Juli s/d 31 Agustus  tahun 2012 mendatang ungkap Aai Pansuri.
Kekecewaan mahasiswa karena disinyalir ada calon penerima beasiswa SKTM  tidak tepat sasaranya yang tidak sesuai dengan tupoksi dan disposisinya serta ada data yang overlap atau tumpangtindih. Salah satu contoh diduga bagi mahasiswa yang mampu ada yang mendapatkan dana bantuan beasiswa, sementara bagi yang betul-betul membutuhkan tidak pernah dapat bahkan sudah berulang kali mengajukan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau yang terjadi di lingkungan kampus mereka yang diungkapkan dalam Orasi mereka.
Dalam hal ini Yuzet menanggapi semua yang mendapatkan beasiswa sudah punya persyaratan yang sudah ditentukan serta lengkap dan tidak mungkin Dinas Pendidikan meng Cross Cek satu persatu mahasiswa ketempat tinggalnya dengan keterbatasan yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan, Disdik Provinsi Kepri siap diaudit dan diproses sesuai hukum yang berlaku kalau memang ada terjadi penyimpangan dalam program kegitan yang ada, katanya (Yuzet-red) pada wartawan.
Hal tersebut tentunya  masyarakat berharap Kepada Instansi yang terkait seperti Inspetorat, BPK, dan KPK sebagai pihak yang berwenang untuk menyikapi hal-hal tersebut, Sementara itu untuk perubahan cara pandang atau Mindset harus di difungsikan dalam pemahaman aparat pemerintah sebagai pelayan masyarakat, bukan sebagai birokrat yang harus dilayani.
Menanggapi masalah Program kegiatan Nasional dari Kementerian yaitu Program Kegitanm KCSTV untuk sementara ini tidak berjalan karena izinnya belum ada, saat media ini konfirmasi langsung sama Yuzet kenapa tahun 2011 bisa kegitan tersebut bisa dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri ditahun 2012 tidak bisa, Yuzet menjawab dengan santai waktu itu ada izin Kominfo katanya berspekulasi. >>Rais/ Ihksan

Related posts