Bantuan Yang Turun ke Kelompok Tani Banyak Yang Tidak Tepat Sasaran

Sumenep, (MR)
Banyak nya Program yang Turun ke kelompok-kelompok Tani mulai Tahun 2009 di Kabupaten Sumenep tidak semuanya bermanfaat bahkan cendrung pemerintah hanya buang-buang Dana Dalam mengalokasikan program bantuan tersebut keyataan yang terjadi sekarang Mesin Komposting yang diterima oleh salah satu kelompok tani di Desa Beta al Barat Kecamatan Ganding Sumenep Madura mangkrak Bahkan tidak satu kalipun bantuan tersebut beroperasi dan hanya dilakukan uji coba Pada saat serah terima dari dinas terkait dengan kelompok tani tersebut.
Setelah itu mesin tersebut tidak pernah di urus oleh semua anggota kelompok tani penerima bantuan tersebut kondisi Gudang atau rumah produksi composting sudah rusak parah begitu kondisi ini menunjukkan bahwa Ketua dan Anggota kelompok tani pada saat mengajukan program komposting tersebut mereka tidak mempersiapkan SDM yang membidangi atau yang mampu dalam hal composting. Hasil penelusuran awak midia menunjukkan di sekitar Desa Beta al Barat ini sangat membutuhkan mesin komposting dikarenakan Desa Penerima Bantuan tersebut sangat Berdekatan dengan Pondok Pesantren Annoqoyah yang notabenenya sangat membutuhkan mesin pengolah sampah.

Kita ketahui bersama di tempat-tempat keramaian seperti di Pondok Pondok Pesantren setiap hariya bayak menimbulkan sampah baik itu sampah kering maupun sampah basah. Yang menimbulkan polemik ber kepanjangan antara pengelola Pondok pesantren dengan masyarakat sekitar tempat pembuangan sampah (TPA) tersebut.
Andaikan Mesin Komposting yang ada di Beta al tersebut beroperasi dengan semestiya pasti akan sangat membantu memecahkan permasalahan yang terjadi khususnya di pondok pesantren Annuqoyah area lubangsa raya. Sementara itu Moh Erfan Ketua kelompok Tani Sumber Penang Desa Be taal barat Kec. Ganding Kab. Sumenep di komfirmasi lewat selulernya mengatakan dirinya tidak mengetahui akan bantuan tersebut dikarenakan dirinya pada saat itu belum menjadi Anggota kelompok tani, mungkin bantuan tersebut turun pada saat masih pengurus kelompok tani yang lama sehingga diriya tidak tahu apa permasalahan yang terjadi yang membuat mesin tersebut tidak di operasikan, ujarnya penuh semangat.

Sementara itu peyuluh pertanian Kecamatan Ganding di lomfermasi perihal tersebut mengatakan, pihaknya pada saat bantuan komposting itu turun hanya sebatas mengetahui karena bantuan yang di maksud bukan dari dinas pertanian melainkan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kab. Sumenep. Ditemui di kantornya salah satu Kasi di Kantor Badan Lingkungan Hidup Moh Zaini mengatakan kebetulan pada saat itu dirinya yang bertugas menyerahkan bantuan mesin tersebut, dan penyerahan tersebut berdasarkan pengajuan proposal dari kelompok tan.
Miming di akui olehnya pada saat survey sebelum bantuan itu di serahkan di kelompok tani sumber penang. Sebelumnya sudah memproduksi pupuk kompos namun masih manual setelah mesin tersebut di serahkan anggota kelompok tani yang menguasai ilmu di bidang composting keburu meninggal dunia, jadi mesin tersebut mangkrak sampai saat ini. >>Taufik

Related posts