Bantuan Induk Bersertifikat Diharapkan Bisa Mendongkrak Produktifitas Benih Tiap UPR

kasi-pengembangan-teknologi-dan-sumber-daya-perikanan-denny-riantoKuningan, (MR)
Sebanyak 25 UPR (Unit Pembenihan Rakyat) di Kabupaten Kuningan baru-baru ini telah mendapatkan bantuan stimulan induk ikan bersertifikat. Setiap UPR mendapatkan masing-masing 4 paket induk ikan untuk jenis yang berbeda, yakni ikan lele, gurami, mas dan nila. Masing-masing induk ikan berasal dari daerah yang berbeda, antara lain gurami berasal dari Tasik, lele berasal dari cikole dan ikan mas dan nila berasal dari Purwakarta.

Menurut Kepala Seksi Pengembangan Teknologi dan Sumber Daya Perikanan Dinas Pertanian, peternakan dan perikanan Kabupaten Kuningan Denny Rianto saat ditemui di ruang kerjanya (21/11/2016) menjelaskan bahwa, dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktifitas ikan di Kabupaten kuningan tiap tahunnya, sehingga bisa mencukupi konsumsi ikan masyarakat kuningan. “Seperti kita ketahui untuk kebutuhan konsumsi ikan masyarakat kuningan khususnya sebagian masih mengandalkan distribusi dari luar kabupaten.

Apalagi untuk memenuhi kebutuhan benih ikan di kabupaten kuningan masih sangat kurang, padahal kondisi alam di kita potensinya sangat besar. Baik itu untuk pembenihan maupun untuk pembesaran ikan air tawar” tutur Denny
Masih menurut denny, bahkan untuk beberapa tahun kedepan tiap- tiap UPR diharapkan bisa menghasilkan induk ikan yang bersertifikat. Kualitas ikan sangat dipengaruhi induknya, makanya setiap petani ikan disarankan untuk menanam ikan dari induk yang punya sertifikat. Kualitas hasil perikanan juga sangat dipengaruhi dari saat pengelolaan, baik kondisi kolam maupun pola pakan serta kualitas air.

Khusus ikan lele misalnya, untuk mengoptimalkan kualitas pengelolaan dilaksanakan sertifikasi pengelolaan perikanan. Sebanyak 25 pengelola ikan saat ini tengah diverifikasi untuk mendapatkan sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).

“Tujuan sertifikasi ini sendiri agar ikan yang dihasilkan petani ikan menjadi layak konsumsi baik secara gizi dan lain-lain. Tiga aspek yang diujikan untuk memperoleh sertifikast ini adalah aspek lingkungan kolam, aspek kondisi ikan serta cara penanggulangan penyakit,” jelasnya.

“Masyarakat diharapkan dapat makin mudah memperoleh ikan lele terutama dari Kuningan dengan kualitas yang baik serta dapat mengenali pengelolaan yang memenuhi syarat dengan adanya sertifikat CBIB,” tutupnya.
Salah satu pengelolaan perikanan yang bersertifikat ialah UPR Amparan Anyar Desa Tambakbaya. >>Irwan

Related posts