Tidore Kepulauan, (MR)
Banyak pemberitaan media cetak soal kasus penyalahgunaan Dana Desa (DD) akhirnya menuai komentar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Tikep, Hamid Abdullah, S.IP. Menurutnya media sebaiknya jangan hanya mengangkat pemberitaan seputar kasus penyalahgunaan dana desa yang dilakukan oknum Kepala Desa.
“Masih banyak kepala-kepala desa yang dinilai sukses dalam pengelolaan dan pemanfaatan dana desa, untuk kemajuan desa dan kesejahteraan masy-arakat. Ini adalah sebuah prestasi membanggakan, tapi ternyata sangat disesalkan, awak media kurang mempublikasikan ketimbang lebih sensitif pada kasus penyalahgunaan DD. Saya harap desa-desa yang telah berhasil, dalam pengelolaan dana desa itu menjadi pilot projek untuk desa-desa lain yang belum berhasil,” papar Hamid.
Ia mencontohkan sejumlah desa dalam wilayah Tikep, yang telah berhasil mengharumkan nama desanya bukan hanya di tingkat lokal. Tapi bahkan nasional dan go internasional seperti Desa Mare Gam yang sukses melestarikan dan mengembangkan produk keunggulan lokal berupa gerabah (balanga mare) berbahan baku tanah liat.
Produk yang disebutkan ini atas hasil kreatifitas dari berbagai kegiatan pelatihan yang diselenggarakan, telah di kembangkan dalam bentuk aksesoris dan lain-lain.
“Desa-desa tersebut, telah dinilai sukses dalam pemanfaatan dan pengelolaan dana desa untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Sayangnya itu luput dari pemberitaan media.
Mereka-mereka yang sukses ini, punya persepsi bahwa dana desa tidak dapat dimaknai, hanya sekedar tumpukan uang untuk desa, tapi dana desa dipahami sebagai sebuah kewenangan yang diberikan kepada desa. Kewenangan yang diberikan oleh UU Desa itu menjadikan desa memiliki kewenagan untuk mengatur dirinya sendiri. Dana desa itu hanyalah instrumen semata,” beber Hamid. >>Ateng
