Natuna, (MR)
Maksud hati ingin cepat melakukan perbaikan dan pelayanan prima bagi seluruh pelanggan PDAM, harus terganjal dalam anggaran. Keinginan Direktur air minum tirta nusa untuk bisa bekerja secara oktimal, harus kandas, dikarenakan tidak ada anggaran. Pada hal bantuan dana hibah 10 millyar, sudah sempat digaungkan Pemerintah untuk memperbaiki pelayanan PDAM, serta mencari sumber baru air bersih untuk dikelola.
Meski demikian, Suparman tetap bekerja semaksimal mungkin. Dalam kurung waktu beberapa bulan saja jadi Direktur PDAM, Ia mampu mengaet bantuan dari Pemerintah Australia, untuk penyambungan piva air bersih kerumah, masyarakat. Bantuan 3,5 millyar itu direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2015 ini. Sayangnya, bantuan tersebut tidak sejalan dengan dana hibah dari Pemerintah Daerah yang digadang-gadang selama ini untuk perbaikan insfratuktur PDAM. Alhasil program yang telah dicanangkan bakal terseot-seot.
Suparman tidak patah arang, mendapat kepercayaan penuh dari Bupati Natuna, tentu memiliki tanggung jawab berat. Banyaknya persoalan dilapangan, menjadi PR baginya. Persoalan krisis air harus segera diatasi demi tercapainya pemerataan pembangunan, sesuai visi misi Bupati Natuna Drs. H. Ilyas Sabli M.Si. Sebagai pimpinan, Ia berjanji mengoptimalkan kinerja demi kelancaran roda perekonomian, terlebih para pengusaha.
“Memimpin perusahaan daerah, bukanlah perkara gampang.” Kata Suparman saat dikonfirmasi 2 pekan lalu. “Segudang masalah menanti, dan butuh kerja keras, mewujudkan visi misi Bupati Natuna, Sejahtra, Merata dan Seimbang,” Apa mau dikata, APBD kita anjlok, otomatis banyak kegiatan dipangkas.
Suparman bercerita tentang kemajuan kinerja PDAM Tirta Nusa, selama dipimpinnya. Mantan Direktur Utama Administrasi Usaha dan Jasa ini berpendapat, untuk mendapat penambahan anggaran pembangunan sarana dan prasarana air bersih, perlu dilakukan lobi, baik melalui kunjungan kedinasan maupun melalui surat ke pemerintah Provinsi maupun pusat.
Lobi melalui kunjungan kedinasan atau surat dilakukan, agar pembangunan infrastruktur dasar, seperti pembangunan SR (Sambungan Rumah), segera terbangun. “Alhamdulilah, tahun ini, PDAM dapat bantuan Rp. 3.5 Milyar untuk pembangunan sambungan rumah (SR) dari Negara Australia melalui Kementrian Keuangan Republik Indonesia.” katanya, sambil menerangkan, teknis penyaluran bantuan tersebut. Cuma seperti yang Saya katakan tadi, Bantuan ini tidak sejalan dengan hibah 10 millyar yang sempat mau diberikan oleh Pemerintah. Pasalnya dana tersebut sangat berguna untuk pencarian imtek yang ada, sehingga dalam penyambungan piva kerumah, masyarakat, air bersih bisa tersalur dengan baik. Kalau sekarang, sambungan bisa kita lakukan, namun sumber air bersih, tidak akan mencukupi. Ya, solusinya giliran, paparnya.
Suparman juga mengatakan, untuk mengoktimalkan bantuan tersebut, pihaknya, sudah melakukan surve ke lapangan, dan telah menetapkan penerima bantuan, tinggal pelaksanaan pengerjaannya. Namun, dana Rp. 3.5 ini belum dapat di cairkan, karna menunggu APBD Natuna triwulan pertama cair. Artinya, pemerintah daerah memberikan dana talangan kepada PDAM Tirta Nusa terlebih dahulu, sambil menunggu dana dari pusat cair. Setelah proses pengerjaan SR selesai, pemerintah daerah dapat mencairkan anggaran dari Kementrian Keuangan. “Semoga Pusat segera meluncurkan dana APBD Natuna untuk triwulan pertama”, ucapnya berharap.
Sesuai amanat Kementerian Keuangan, pemerintah daerah harus mencairkan dana Rp. 3.5 Milyar ke PDAM sekaligus, Tidak bertahap. Karena pemerintah pusat juga mencarikan dana Rp. 3.5 Milyar ke rekening daerah sekaligus. Jika dana Rp 3.5 Milyar tersebut cair, PDAM sudah siap mengelola. Bahkan, meski anggaran belum turun, proses pengerjaan telah berjalan, seperti pendatan dan pengukuran. “Proyek ini untuk Kepentingan masyarakat, tidak tidak perlu berleha-leha, banyak tugas menanti, gesah pembangunan, tujuan kinerja kami.” Tegasnya.
Dalam surat perjanjian Kementrian Keuangan dengan PDAM Tirta Nusa, dan ketentuan dari Pemerintrah Australia, jumlah penerima bantuan sebanyak 1500 rumah, tersebar di daerah, Bunguran Timur, Bunguran Selatan dan Bunguran Barat.
Kriteria penerima bantuan harus memenuhi syarat seperti, setiap rumah memiliki kapasitas daya listrik bertenaga 1300 Watt ke bawah, dan 1500 Watt ke bawah. Nanti, akan di bagi menjadi 2 bagian, 50% bagi rumah 1300 Watt dan 50% untuk 1500Watt. Namun, Pihak PDAM mengalami kendala, lantaran, pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN), telah mempunyai program, setiap warga memiliki daya listrik paling rendah 1300 Watt, tentu untuk mencari 1300 ke bawah, sangat sulit. Wajar, Daerah Kepulauan Kabupaten Natuna sangat jauh berbeda dengan Pulau Jawa. Di Jawa, rata- rata memakai daya listrik bertenaga 450-900 Watt, Dan ini merupakan paktor kendala di dapati dilapangan. Mudah mudahan, semuanya dapat teratasi dan berjalan sesuai harapan. >>Roy
