Bandung, (MR)
Tak sedikit ‘oknum’ di lingkungan Disdik Jabar sudah mulai rusak ahlaknya, demi mendapatkan keuntungan secara pribadi atau kelompok, sampai berita ini di turunkan satu demi satu penyelusuran dari wartawan Media Rakyat mengikuti informasi dan investigasi kegiatan yang ada di lingkungan Dikmenti Jabar.
Misalnya soal kegiatan proyek akomudasi dan konsumsi, termasuk kegiatan proyek O2SN serta proyek pengadaan barang dan jasa, contohnya salah satu kegiatan O2SN baru-baru ini di adakan di SMKN 6 dan di hotel Atlantik Pasir-Koja Bandung. Kegiatan proyek ini sebaiknya di laksanakan oleh rekanan bukan oleh perorangan, karena kurang baik kalau seorang PNS yang sudah di gaji pemerintah melaksanakan kegiatan ini dari dalam.
Tapi mungkin penyidik pun sudah peka sebab kenapa pihak oknum Disdik kalau ada kegiatan semacam akom atau O2SN pihak oknum pejabat Disdik selalu terjun langsung karena ada cashback dari pihak hotel yang cukup menjanjikan.
Sebut saja inisial DO dan OM yang setiap di tanya wartawan selalu saling lempar bola, antara Kabid dan bawahan ini sudah serasi atau cocok dalam memainkan sandiwara, padahal mereka sepertinya tidak menyadari bahwa untuk ‘memperkaya’ diri sendiri itu adalah perbuatan melanggar hukum dan sudah sepantasnya oknum-oknum seperti ini di kasi sanksi dan tak layak di tempatkan pada posisinya seperti sekarang ini.
Contohnya Kabid inisial DO ini baru menjadi Kabid, mobil yang mereka pakai melebihi seorang Kepala Dinas Ahmad Adadi, salah satunya jenis Fortuner terbaru kelas sport, begitu juga anak buahnya yang berlomba-lomba yang seakan tidak mau ketinggalan.
Padahal berapa sih sekelas Kabid menerima gaji dan tunjangan sebulan..!! Apa lagi anak buahnya, bagaimana Pak penyidik…? belum berakhir kegiatan anggaran proyek di Disdik, mobil mewah sudah banyak parkir di Disdik Jabar, mungkin banyak gulanya di sana, silahkan masuk karna ini sudah ranahnya penyidik.
Belum lagi soal kegiatan proyek PMU yang ada di sekolah-sekolah yang dapat bantuan dari Dikmenti Jabar misalnya, SMKN 1 Mundu Cirebon dengan anggaran Rp. 1,019,000,000 SMKN 1 Susukan dengan anggaran Rp. 556, 000,000, SMKN 1 Agrabinta dengan nilai bantuan Rp. 131, 500,000, SMKN 1 Setu dengan nilai anggaran Rp. 728,700,000 dan masih banyak sekolah SMKN yang lain dapat bantuan tahun anggaran 2018 ini. Sampai berita ini di turunkan pihak Kabid maupun anak buahnya tidak bisa di temui karena tidak ada di tempat.
Bahkan menurut sumber kami yang layak di percaya antara kabid dan anak buah pemegang proyek selalu jarang di tempat, begitu juga Kanit dua Tipikor Polda Jabar ketika di temui sedang ada tugas luar. >>Arison
