Kediri, (MR) – Dalam rangka upaya khusus peningkatan produksi padi, Pemerintah mengeluarkan program andalan dari Kementrian Pertanian (Kementan) yakni Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT). Program tersebut di realisasikan pada Kelompok Tani (Poktan) Desa yaitu dengan merehab saluran irigasi sesuai dengan kebutuhan Pertanian yang disalurkan melalui sistem swadaya/swakelola. Seperti yang di laksanakan Kelompok Tani (Poktan) Paso Pati Dungati di desa Dungati,Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.
Kegiatan ini merupakan faktor penting dalam proses usaha tani di desa karena kegiatan ini berdampak langsung terhadap kualitas dan kuantitas tanaman. Untuk jaringan irigasi yang direhabilitasi tentunya sesuai petunjuk dari Pemerintah kabupaten Kediri dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunan. Adapun lokasi diutamakan pada jaringan irigasi yang tersiernya mengalami kerusakan ataupun memerlukan peningkatan dengan sumber air yang sudah tersedia.
Pengelolaan air irigasi persawahan yang lancar tentunya memerlukan sarana dan prasarana saluran yang memadai, oleh karena itu Program Rehabilitasi merupakan faktor penting dalam proses usaha tani yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan hasil pertanian. Kegiatan rehab desa Dungati dialokasikan dibagian sebelah utara yang dekat perbatasan desa sebelah, dengan jumlah anggaran sebesar Rp.195.000.000., panjang bangunan 467,50 meter dan ditambah swadaya 19 meter.
Menurut Kepala Desa Suheri saat ditemui dikantornya, bahwa perbaikan saluran irigasi tersier di desa Dungati ini digarap dengan menggunakan sumber dana yang berasal dari APBN. Perbaikan dilakukan untuk meningkatkan suplai air bagi lahan pertanian dengan memperbaiki dan menyempurnakan jaringan irigasi untuk meningkatkan fungsi pelayanan irigasi yang baik.
Selanjutnya ,”untuk rehabilitasi saluran irigasi ini tentu bermanfaat dalam mendukung pertanian, sehingga dampaknya bisa langsung dirasakan petani, karena aliran air yang baik dan lancar akhirnya bisa meningkatkan produktivitas dan bisa meningkatkan perekonomian petani. Kegiatan ini juga memaksimalkan fungsi saluran agar luas areal tanam bisa bertambah, diharapkan indeks pertanaman dan provitasnya pun meningkat.”
Poktan Paso Pati Dungati berharap, ketika nanti musim kemarau petani tetap bisa mendapatkan penghasilan dari pertaniannya. Perlu diketahui bahawa kondisi saluran jaringan irigasi sebelum diperbaiki merupakan saluran tanah yang banyak mengalami kerusakan, kini setelah direhab distribusi air sudah sangat lancar, terutama pada musim tanam. Sehingga mulai saat itu para petani Dungati akan meningkatkan partisipasi kelompok dalam melakukan pemeliharaan saluran irigasi yang dibangun. (Ag)
