AKTIVIS, SISWOYO: Camat Moga, Perlu berapa lama kami menunggu ijin ngelapak??

Pemalang Jateng, (MR) – Dua kali Iwan warga Desa Walangsanga Kecamatan Moga mencoba dengan baik dan santun meminta izin untuk berdagang sepatu dan sandal. Layaknya pedagang kaki lima, dia berkeinginan melapak di tanah lapang depan kantor Kecamatan Moga. Namun, hingga kini belum juga mendapatkan izin dari Andri Adi selaku Camat Moga.
“Masih dalam proses koordinasi”. Jawab sang Camat, melalui ponselnya. Dia memaparkan, setelah ada bangunan baru dari Disperkim (Dinas Perumahan dan Pemukiman), maka menjadi lahan terbuka hijau. Namun, terkait bangunan tersebut, Andri Adi tidak menjelaskan lebih detail fungsinya untuk apa.
Sebelum itu, Iwan pada pertengahan tahun 2020, sudah pernah mencoba pamit dengan sangat sopan bahkan melalui surat tertulis yang ditujukan kepada Camat Moga. Kemudian untuk yang kedua kalinya, sekitar bulan April 2021 Iwan tidak berputus-asa untuk melayangkan surat permohonan lagi kepada Camat Moga. Alhasil, hingga berita ini naik, izin pun belum diberikan.
Iwan merasa kecewa kepada sang Camat yang terkesan mempersulit usaha rakyat kecil, untuk mendapatkan rupiah dimasa serba sulit seperti ini. “Padahal saya hanya dagang sepatu dan sandal, itupun kelasnya kaki lima”. Keluhnya saat berbincang dengan Media Rakyat.
Masih menurut Iwan, padahal jika bisa berdagang dekat rumah, akan lebih efisien dan irit untuk pengeluaran dan akomodasinya. Disamping itu, saudaranya yang dekat juga bisa ikut kerja berdagang dengannya. Namun sayangnya, keinginan dia untuk bisa berdagang didepan kantor kecamatan Moga kandas, hanya karena menunggu sang Camat mengeluarkan ijin.
Dilain pihak, Siswoyo sebagai aktivis dan pemerhati sosial menyayangkan tindakan Camat Moga yang dinilainya kurang responsif terhadap masyarakat sekitarnya. “Menurut saya, pak Camat kurang peka. Apalagi itu masih warganya sendiri”. Ungkapnya, dengan nada serius.
Berdagang adalah usaha yang halal dan bisa dibilang legal, namun ironisnya, untuk di wilayah Kecamatan Moga tidak semudah yang dibayangkan oleh pedagang kaki lima seperti Iwan. Kedepannya diharapkan agar pemerintah mau memberikan perhatian khusus untuk para pedagang kaki lima, agar perekonomian ditingkat bawah tetap bisa berjalan dengan lancar. [SA.1\BR]

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.