Akibat Luapan Air Sungai Ruang SMP Islam Nunuk Baru Hancur Berantakan

(PORAK PORANDA) Kondisi sisa bangunan gedung SMP Islam Nunuk Baru yang diterjang air sungai akibat hujan deras dua hari berturut-turut sabtu pekan kemarinMajalengka, (MR)
FASILITAS Pendidikan yang selama ini sangat diperlukan masyarakat guna anak-anaknya menimba ilmu hancur lululantak akibat diterjang luapan aliran air sungai ketika hujan deras mengguyur terus menerus Sabtu (27/2), seperti yang terjadi bangunan SMP Islam di blok cirelek Desa Nunuk Baru Kecamatan Maja hancur berantakan dihantam luapan air sungai Cisuluheun. Bangunan gedung sekolah yang berada dipinggir bantaran kali tersebut tak tahan menahan terjangan aliran air yang besar sehingga pondasi dan tembok gedung tersebut roboh serta bagian atapnya pun hancur berantakan dan puing-puing bangunan pun hanyut terbawa arus air.

Dalam hal ini Kepala Sekolah SMP Islam Nunuk Baru H.Jaja Suja’i ketika dikonfirmasi Media Rakyat Senin (29/2) mengungkapkan bahwa kejadian bermula dari hujan terus menerus dalam dua hari ini sehingga aliran sungai cisuluheun banjir dan meluap sehingga menerjang tebing tanah yang diatasnya berdiri bangunan SMP Islam Nunuk Baru ini karena tanahnya diterjang air maka pondasi dan dinding bangunan gedung tersebut ambruk dan hancur berkeping-keping, hampir separuh bangunan sekolah ini hancur dan roboh yang pastinya empat ruang hancur berantakan. Dan saya mendapatkan laporan dari warga sekitar pukul 19.15 wib dari beberapa warga bahwa bangunan sekolah diterjang banjir bandang dan sebanyak empat ruang ambruk hancur berkeping-keping dan hanyut terbawa oleh derasnya air sungai cisuluheun,dan saya juga sudah memprediksi keadaan tersebut karena keadaan hujan terus menerus sehingga air sungai akan meluap, dan karena bangunan sekolah juga berada di pinggiran bantaran sungai.

Untuk meminimalisir kerugian yang lebih besar lagi, Kepsek dan yang lainya mengantisifasi dan mengamankan aset-aset sekolah yang tersisa, hanya saja kursi dan meja belajar tertimbun reruntuhan matrial bangunan tersebut dan sebagian terbawa hanyut, dengan hilangnya empat ruang bangunan sekolah kini tinggal menyisakan empat ruang lagi itupun kondisinya terancam dengan kejadian serupa karena abrasi sungai semakin parah karena jarak dari tepi sungai ke bangunan ruang sekolah yang ada hanya berjarak beberapa meter saja, dan kalau tidak ada tindakan penanggulngan tidak mustahil akan terjadi lagi hal serupa.  Dan sementara untuk kegiatan belajar mengajar para murid akan menggunakan sebagian di ruang masjid dan secara lesehan di teras-teran rumah warga setempat yang tidak jauh dan hanya beberapa meter saja dari tepi sungai, dan apabila tidak cukup atau tidak nyaman untuk kegiatan belajar dan mengajar kepsek rencananya akan meminta ijin guna mengunakan ruang kelas di SDN Nunuk Baru yang selama ini tidak terpakai sebanyak enam ruang karena Sekolah SD tersebut telah di Marger,begitu ungkap Kepsek Jaja kepada Media Rakyat pekan kemarin. Disisi lain salah seorang warga yang merupakan tokoh masyarakat Desa Nunuk Baru Abah Sarna berharap dan mengingatkan bahwa Pemerintah harus segera melakukan penyediaan sarana belajar untuk murid-murid sekolah SMP dan sebagai solusi terbaik dan tercepat mengharapkan agar enam ruangan SDN yang berada diblok Desa yang selama ini telah di marger. Sementara Kepala Sekolah SDN Nunuk Baru Memed,S.Pd menyampaikan dan menyatakan siap apabila beberapa lokal ruangan SDN yang dipimpinya akan digunakan oleh siswa-siswi SMP Islam Nunuk, bahkan apabila Pemerintah mengijinkan silahkan seluruh gedung SD untuk digunakan karena selama ini SD ini telah di marger dan juga lokasinya cukup nyaman dan aman untuk digunakan kegiatan belajar dan mengajar karena jauh dari sungai begitu jelas Memed. Di lain kesempatan Kabid Pendas Disdik Kabupaten Majalengka Hj.Ropedah menyampaikan bahwa saat ini dirinya telah diberi petunjuk dan langkah-langkah dari Wakil Bupati DR.H.Karna Sobahi,M.M.Pd dan Disdik akan meninjau lokasi bencana dan sekaligus mencari solusi yang harus dilakukan dan diambil karena ini kondisi darurat. Paling utama adalah para siswa ,makanya untuk tempat belajar dan mengajar bisa dilakukan di gedung SSDN Nunuk untuk sementara,begitu jelasnya singkat kepada MR senin (29/9). >>Kris

Related posts