Sukabumi, (MR)
Sejumlah pedagang Pasar Pelita yang direlokasi ke pasar sementara mengeluhkan sepinya pembeli. Mereka meminta Pemkot Sukabumi segera mengambil langkah agar masyarakat beralih ke pasar sementara. Keluhan tersebut disampaikan para pedagang kepada Walikota Sukabumi, HM.Muraz usai meresmikan pasar sementara yang berlokasi di lahan milik PT. Pertamina, Jalan Tipar Gede, Kota Sukabumi, Selasa (18/8).
Wakil Paguyuban Pasar Pelita, Dadang Saepudin mengatakan, sepinya pengunjung membuat penghasilan pedagang menurun drastis. Padahal, mereka menempati pasar sementara hampir sebulan. “Pedagang, sepi pembeli. Penghasilan jadi menurun. Makan saja harus bawa dari rumah karena tidak bisa beli,”katanya.
Dijelaskan, belum dialihkannya trayek angkot sebagai salah satu penyebab sepinya pembeli di pasar sementara. Sementara pelanggan mereka sebagian besar berasal dari luar kota. Angkot yang masuk ke pasar sementara baru empat trayek dari sebelum trayek yang seharusnya. Empat trayek itu yakni, Jalan Tipar-Bungbulang, Tipar-Baros, Tipar-Cikundul, Tipar-Balandongan. “Angkot jurusan Pasar Pelita -Sukaraja dan Cisaat belum dialihkan,” ujarnya.
Selain itu, masih diberinya peluang untuk berdagang di sekitar Pasar Pelita sebagai faktor lain. Hal itu membuat pembeli enggan beralih ke pasar sementara.
Padahal masih banyak lapak di pasar sementara yang masih kosong. Bahkan, sebagian pedagang meninggalkan kios di pasar sementara dan berdagang di seputar Pasar Pelita Jalan Stasion. Untuk itu, dia meminta Pemkot Sukabumi tegas. “Seharusnya jangan ada pedagang yang berdagang di sekitar Pasar Pelita,”tegasnya.
Dadang mengakui lokasi pasar sementara cukup nyaman. Selain letaknya strategis, juga tertata dengan baik, sehingga memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli.
Menanggapi keluhan pedagang, Walikota mengatakan segera mengevaluasi relokasi pedagang, termasuk seluruh faktor pendukungnya. Selain membenahi lokasi pasar, penertiban pedagang di lokasi semula dan trayek angkot menjadi perhatian walikota. “Hari ini juga mulai dievaluasi. Saya kumpulin staf dulu. Angkot mana saja yang akan dimasukkan. Penertiban pedagang di sekitar Pasar Pelita juga segera dilakukan dengan melibatkan Dishub,”ujarnya.
Mengenai adanya keluhan pedagang, Muraz menganggap hal yang wajar. Pasalnya, masih banyak yang harus dibenahi. Termasuk mengetahui penye bab masih kosongnya sebagian kios dan masih sepinya pembeli.
Dia tidak ingin pasar sementara ditinggalkan pedagang lantaran beralih ke lokasi lain, dan kios sementara hanya dijadikan gudang. “Kendala apa saja yang dikeluhkan pasti ditampung untuk dibenahi. Belum semua pedagang masuk ke pasar sementara. Waktu dekat akan diaspal,”ujarnya.
Muraz mengungkapkan, pembangunan Pasar Pelita sebagai upaya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk para pedagang. Kondisi Pasar Pelita yang saat ini sudah tidak layak harus diperbaiki.
Pasar yang becek dan tidak teratur dan pengap membuat pembeli dan pedagang tidak nyaman. Hal itu membuat daya saing pasar tradisional semakin rendah. Terlebih, pesatnya pertumbuhan pasar modern dan mini market. “Tugas Walikota melindungi pedagang, pasar tradisional. Pasar modern dibatasi agar pasar tradisional bisa tumbuh bersama pasar modern,”katanya.
Sementara Kadishub Kota Sukabumi, Asep Irawan mengatakan, pengalihan trayek masih dalam uji coba. Perubahan masih dimungkinkan jika pengalihan yang telah dilakukan masih belum memadai.
Pertimbangan lain, dia tidak ingin perubahan trayek menimbulkan masalah baru karena adanya tumpang tingih trayek. ”Memang ada sedikit yang menjadi kendala.
Trayek Pasar Pelita-Sukaraja sudah diperbolehkan masuk pasar sementara, tapi belum diwajibkan. Kami juga masih mengkaji kemungkinan finish angkot di pasar sementar atau di titik semula. Angkot yang melintas baru trayek 20, 21, 25 dan 26,”katanya. >>Lelly
