Cianjur, (MR)
Melalui Pelatihan Batik Khas Cianjur yang diselenggarakan oleh LP3M hibar diharapkan menjadi salah satu upaya mempertahankan eksistensi budaya, dalam kreatifitas dan inovatif untuk membentuk karakter bangsa yang mampu menjawab tantangan zaman.
Demikian sambutan Bupati Cianjur yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur H. Oting Zainal Mutaqin, Senin 01 Juni 2015 pada Pembukaan Pelatihan Batik Khas Cianjur yang di ikuti oleh 32 Kecamatan di Kabupaten Cianjur di Gedung Dekopinda ( Dewan Koperasi Indonesia Daerah) Cianjur Jl. Slamet Ryadi No. 15 Pamoyanan Cianjur 43211. Yang dihadiri acara tersebut Ketua Dekopinda Kab. Cianjur, Hugo Siswaya serta Para Peserta pelatihan.
Atas nama pemerintah dan seluruh warga masyarakat Cianjur, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada jajaran Lembaga Pengkajian Pengembangan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat HIBAR, atas segala jerih payah dan usahanya, mudah mudahan peran serta LP3M HIBAR dalam setiap program pembangunan di Kabupaten Cianjur, dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan.
Kabupaten Cianjur merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang sangat kaya akan sejarah, alam, budaya dan kesenian yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Kekayaan yang beragam mempunyai ciri yang unik dan khas, hal ini merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan dengan baik agar mudah untuk ditelusuri jejaknya dan dipelajari demi untuk pengembangannya di kemudian hari.
Dan sudah menjadi tugas kita sebagai anak bangsa, untuk menjunjung tinggi warisan budaya bangsa dan mempertahankannya agar tetap eksis dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Jika hal ini dapat dilakukan, maka setidak setidaknya akan menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi identitas bagi suatu daerah, yang pada gilirannya dapat memberikan dampak secara ekonomi bagi masyarakat.
Bupati Cianjur berharap, pelatihan batik Khas Cianjur itu dapat berfungsi sebagai media pembelajaran serta dapat lebih meningkatkan keterampilan para peserta, sehingga upaya mensejahterakan masyarakat dengan menumbuh kembangkan pemahaman tentang kewirausahaan dan membangkitkan semangat untuk membuka dan menciptakan lapangan kerja dapat terwujud.
Sementara itu Harry M. Sastra Kusumah Ketua Penyelenggara melaporkan kegiatan itu dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 1 2 juni 2015 dengan peserta terdiri dari 32 Kecamatan.
Materi yang di sampaikan yakni: Sejarah Batik, Teori Membatik, Tekhnik Pembuatan Batik Tulis dan Batik Cap terakhir manajemen produksi dan Penjualan batik. >>EndangSoleh
