Peresmian Enclave Sipil Gagal?

Bupati Natuna Ilyas Sabli saat memberi keteranganNatuna, (MR)
Peresmian enclave sipil bandara Ranai, digadang-gadang bisa selesai dan diresmikan bulan mei 2015, sebagai hadiah empat tahun kinerja Elias Beramal, ternyata jauh dari angan-angan. Pasalnya, hingga bulan yang ditentukan, pembangunan inclave cipil, belum menampakkan tanda-tanda  penye lesaian. Pada hal Bupati Natuna, Ilyas Sabli, telah bertekad, peresmian Bandara inclave cipil, akan dilaksanakan berbarengan dengan STQ Provinsi Kepri. Bahkan Orang no satu Dikabupaten Natuna ini, sudah beberapa kali melakukan sidak kebandara, guna percepatan pembangunan  inclave sipil.

Kegagalan peresmian inclave sipil sesuai diharapkan, membuat Bupati Natuna sedikit kecewa. Sebab, momen besar ditunggu-tunggu, harus kandas ditengah jalan. Ilyas memastikan untuk peresmian inclave sipil, tidak jadi dilakukan bulan Mei, dikarenakan pihak kontraktor belum bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai harapan Saya, ucap Bupati ketika dikonfirmasi, usai mengikuti acara sosialisasi hukum bersama Kajari Natuna dengan seluruh Kades dan Perangkat desa.

Diakui, pembangunan inclave sipil, belum menyalahi kontrak, sebab, kontrak kerja selesai akhir Agustus nanti. Saya hanya meminta aja kepada pihak kontraktor, kalau dapat selesai bulan Mei, lebih cepat lebih baik, karena bertepatan dengan STQ Provinsi, ucapnya. Jadi masalah keterlambatan belum ada sangsinya. Dari kondisi dilapangan, tahap pekerjaan tinggal finishing saja, hingga akhir tahun Saya rasa sudah selesai, dan dipastikan sebelum akhir jabatan, itu sudah diresmikan ucap Ilyas.

Sementara kabar burung beredar, belum selesainya pembangunan incalave cipil diakibatkan belum adanya pembanyaran tahun ini, hal itu juga diakui Bupati Natuna Ilyas Sabli. Memang dananya masih kita tahan karena belum selesai, mengingat Pemkab banyak keperluan, anggarannya kita alihkan kepada yang lain, sambil menunggu pencairan triwulan ke dua.

Terkait proyek multiyer atau tahun jamak, diindikasikan tidak selesai tahun ini, akan kita putus kontraknya, dan tidak akan dibanyar, ucap Bupati. “Saya juga sudah dengar pembangunan pasar modren dan kantor Dewan, dipastikan tidak bakal selesai. Tolong wartawan dipantau ya, sejauh mana pekerjaannya, jika tidak selesai, kontrak akan diputus ucapnya.

Sementara itu Kabid Udara Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna, pernah berjanji, menargetkan pembangunan inclave sipil, dapat melampauin target yang telah ditentukan. Menurutnya, pembangunan bandara Enclave Cipil merupakan icon kebanggan di masa kepemimpinan Bupati Natuna Drs. H. Ilyas Sabli M.Si dan Imalko S.sos. Karena, pembangunan bertujuan untuk memperlancar roda perekonomian. Saat ini, proses pekerjaan bandara sudah mencapai 76% di bulan November 2014, dari target awal 63%, artinya ada percepatan pembangunan. “Kita patut bersyukur, PT. Prambanan mampu bekerja melebihi target, tanpa mengurangi kualitas pekerjaan. Hal ini terjadi, karena baiknya tingkat koordinasi antara Pemerintah daerah dan pihak rekanan, sehingga pekerjaan berjalan mulus”, kata Sapta.

Ia juga menambahkan, pembangunan gedung sudah hampir rampung, hanya tinggal proses  finishing artinya mela kukan pencattan, pengaspalanjalan maupun Teksi W serta pembuatan rambu-rambu jalan dalam lingkungan bandara. Mudah-mudahan  tahun 2015 dapat di laksanakan. Untuk wacana peresmian dalam kontrak kerja bulan Agustus 2015, namun, Bupati Natuna meminta agar di percepat ke bulan Mei 2015. Kebetulan pihak rekanan menyetujuinya, tapi konsekuensinya pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran,  jika proses pekerjaan selesai.

Permintaan percepatan pembangunan hanya bersifat lisan dari Bupati Natuna, tapi pihak rekanan menyambut baik permintaan tersebut. Dan terbukti,  target pekerjaan di Tahun  2014 sesuai schedule, bahkan melebihi.

Berarti  ada komitmen dari pihak pelaksana  kontruksi meskipun pemkab tidak memberikan kompensasi kepada pihak rekanan. Pemerintah tetap menyepakati dan menghormati MoU, dimana alokasi dana untuk  tahun 2014 dibayar di tahun 2014. Jadi mengenai adanya “isu miring”, terkait penambahan anggaran di tahun 2014, yang di ambil dari anggaran tahun 2015, tidak benar. “Pemerintah daerah bersama DPRD selalu berpedoman pada MoU”, katanya.

Setelah pembangunan bandara inclave sipil rampung, lanjut Sapta, Dinas Perhubungan sudah mempersiapkan Sumber Daya Manusia dan segi Administrasi. Dari segi Administrasi, kami telah melaksanakan dengan MoU dengan pihak MABES, Direktorat Jendral (Dirjen) Penerbangan Udara, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, dan  kabupaten Natuna. Inti dari MoU adalah, pengoperasian bandara akan dikelola sepenuhnya oleh Kementerian Perhubungan, dalam hal ini  Dirjen Perhubungan Udara, tambahnya.

Bandara Engclave sipil akan berada di bawah naungan Kasatker yang di tunjuk langsung oleh Dirjen perhubungan udara. Dalam waktu dekat, pihak dirjen akan mengeluarkan surat penunjukannya. Kita berdoa saja, segala administrasi berjalan lancar. Mengenai Sumber Daya Manusianya, Dinas Perhubungan sudah mengirim 11 orang melalui Badan Kepegawaian Daerah ( BKD) untuk mendapatkan pelatihan.Dari peryataan Kabid Udara, dapat dipastikan keterlambatan pembangunan inclave sipil, dikarenakan anggaran belum cair, sehimgga pekerjaan mandek. >>Roy

Related posts