Kayuagung, (MR)
Tumpukan sampah yang mengeluarkan bauk tidak sedap di pinggir jalan menuju Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan tepatnya di Jalan Simpang Kiai, siapa yang akan di salahkan apakah kesadaran masyarakat masih kurang sehingga sampah tidak di masukkan ke dalam kontainer yang sudah di sediakan pemerintah apakah karena terlambatnya petugas untuk mengangkut kontainer tersebut sehingga kontainer tersebut penuh dan masyarakat membuang sampah di luar kontainer.
Camat Pedamaran H Herkoles saat di konfirmasi Media Rakyat di kantornya mengatakan masalah sampah dan penataan pasar, dari pertama dirinya bertugas di Ke camatan Pedamaran merupakan PR bagi dirinya, alhamdullilah saat ini pasar secara bertahap sudah mulai teratur, yang mana selama ini pedagang berjualan di sepanjang jalan menuju Kantor Camat dan membuat jalanan macet namun saat ini Jalan sudah lancar dan pasar sudah mulai tertata dengan rapi, harapan kedepan untuk pengelolaan pasar Pedamaran pihaknya akan bekerjasama dengan Badan Pengelolah Pasar dan Kebersihan Kabupaten OKI untuk mengatur retribusi, dengan diaturnya retribusi nanti dananya menjadi Pendapatan Desa dan Daerah.
Lebih lanjut Herkoles mengatakan mengenai sampah kita terus memberikan himbauan kepada masyarakat melalui Pemerintah Desa masing-masing, dan pihaknya sudah menyampaikan surat kepada Badan Pengelolah Pasar dan Kebersihan serta forum Csar supaya Kecamatan Pedamaran mempunyai lahan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) sendiri, dengan adanya TPAS, dan adanya petugas khusus di setiap desa masyarakat tidak akan membuang sampah sembarangan.
Karena yang menjadi kendala selama ini kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang walaupun Pemerintah Kabupaten yang dalam hal ini Badan Pengelolah Pasar dan Kebersihan dan Badan Lingkungan Hidup Kab OKI sudah menyiapkan dua unit kontainer sampah yang di letakan di pinggir jalan seperti di Jalan Simpang Kiai dan satu unit lagi di Pasar Pedamaran, namun yang sangat di sayangkan masyarakat masih saja tidak membuang sampah di dalam kontainer yang sudah di sediakan pemerintah.
Sehingga sampah-sampah tersebut di tumpuk warga di luar kontainer, sudah di beritahu kepada masyarakat, Kepala Desa dan Kamtibmas masing-masing, apa bila kontainer sampah tersebut sudah penuh supaya di laporkan dan kita bisa menghubungi Badan Pengelolah Pasar dan Kebersihan Kabupaten OKI supaya sampah tersebut diangkut oleh Petugas Kebersihan.
Masih menurut Herkoles Harapan kedepan untuk menanggulangi masalah sampah rumah tangga, apabila nanti memungkinkan dana Bantuan Desa untuk Tahun Anggaran 2015 pihaknya mengharapkan dana tersebut akan diarahkan untuk pembelian motor pengangkut sampah, namun hal ini akan kita koordinasikan dengan Kepala Desa, setempat dan pihak-pihak terkait di Kabupaten, apakah dana Bantuan Desa tersebut bisa di belikan kendaraan pengangkut sampah atau tidak, Herkoles megharapkan nanti satu desa satu kendaraan pengangkut sampah, selain untuk mengangkut sampah, untuk Kebersihan Lingk ungan kendaraan ini juga bisa untuk pemasokan desa itu sendiri. Jadi nanti ada petugas khusus mengambil sampah dari rumah kerumah.
Untuk tahun ini Kabupaten OKI akan mengadakan Pemilihan Kepala Desa secara serentak untuk Kecamatan Pedamaran ada 10 desa yang akan mengadakan pemilihan yaitu Desa Serinanti, Ds Sukaraja, Ds Pedamaran Dua, Ds Pedamaran Empat, Ds Pedamaran Lima, Ds Pedamaran Enam, Ds Cinta Jaya, Ds Suka Pulih, Ds Burnai Timur dan Ds Menang Raya. rencananya mengenai kendaraan pengangkut sampah ini juga akan kita koordinasikan dengan Kepala Desa yang baru ujar Herkoles. >>Ipan
