PROGRAM pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Cianjur yang dikepalai oleh Tri Saptono Sambudji, Bc.IP.SH. terus menerus dibangun terobosan baru disamping memberikan pembelajaran berbagai layanan berupa keterampilan (skill), untuk lebih dioptimalkannya juga melalui program pembinaan terhadap para Narapidana (Napi), tentu hal ini diperlukan dukungan terutama dari pihak muspida setempat, karena LAPAS Cianjur adalah bagian dari masyarakat Cianjur, kata Kepala Keamanan LAPAS Cianjur, Agus Salim Amd.IP.SH. Saat ditemui wartawan di kantornya beberapa waktu lalu.
Lembaga Pemasyarakatan Cianjur memiliki program pendidikan Pondok Pesantren (Pontren), dimana melalui pembinaan sekaligus pendidikan pesantren para Napi dibina dengan dasar ajaran agama terutama menyangkut hal akhlaq dan demikian pula dengan materi pendidikan lainnya, untuk menjamin mereka ke depan selamat baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat, tuturnya.
Lebih jauh Agus Salim menjelaskan bahwa dengan dibangunnya program pembinaan di LAPAS Cianjur ini telah melalui pembentukan susunan kepengurusan, dalam suatu wadah yang terhimpun tidak kurang dari 35 orang tenaga pendidik dari luar LAPAS lengkap dengan jadwal waktu masing-masing, yaitu dari Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, para Ustadz dari Pontren Nurul Huda Cianjur, dan dari Kabag Humas POLRES Cianjur, Sopandi, yang dipimpin oleh Bagian Pembinaan LAPAS Cianjur Mastur, AMd.IP.SH.MM.
Menurutnya pula, program ini telah berlangsung dengan kondusif walaupun sarana prasarana disana sini apa masih adanya, maka untuk hal itu kami dari LAPAS Cianjur berharap, mohon medapat perhatian dari pihak pemerintah untuk melengkapi berbagai kekurangan baik sarana prasarana penunjang pendidikan seperti buku-buku, alat tulis, termasuk kekurangannya petugas yang professional, dan tersedianya Dokter khusus yang akhli, mohon didengar Bupati agar LAPAS Cianjur lebih baik ke depan.
Pihaknya menambahkan, Bisa kita bayangkan sekarang ini, jumlah para Napi di LAPAS Cianjur tidak kurang dari 850 orang Napi, sementara jumlah petugas LAPAS hanya ada 4 Regu masing-masing regu berjumlah 8 orang anggota,dengan hal ini pula mohon mendapat perhatian yang serius dari pihak pemerintah agar ditambahnya personal, termasuk tenaga akhli yang professional, untuk menyikapi reformasi birokrasi meningkatkan system program Ilmu Technologi (IT), karena sekarang di LAPAS Kelas II B Cianjur untuk pelayanan masyarakat juga sudah dilakukan dengan cara on line, pungkasnya. >> A Sofiyan/DT

