Jombang (MR)
Bupati Suyanto Minta Pemusnahan Bom Seismik Tak Resahkan Warga. Masih ada-nya 174 bahan peledak (han-dak) sisa survei seismik di Blok Gunting Jombang terus menuai perdebatan. Akhirnya, Pemkab Jombang membentuk tim kecil untuk membahas masalah tersebut.
“Tim kecil itu diketuai oleh Asisten II Ekonomi Pembangu-nan Jombang. Tim itu juga melibatkan seluruh elemen yang tempatnya masih ada sisa handak. Mulai dari Kades, BPD, serta camat. Hasil dari tim tersebut akan dibawa oleh BP Migas di Jakarta,” kata bupati Jombang Suyanto saat mening-galkan ruang rapat, Selasa (19/7/2011).
Bupati menjelaskan, tim tersebut akan membahas secara teknis peledakan sisa handak survei seismik. Pasalnya, sela-ma ini warga merasa ketakutan dengan adanya handak aktif yang masih tertanam.
Bukan hanya itu, warga juga punya kesan buruk terha-dap petugas survei dari PT Saripari Geosains. Maklum saja, dalam melakukan sosialisasi Saripari tidak pernah terbuka. Sudah begitu, tanpa permisi mereka melakukan peledakan di pekarangan warga.
“Hal-hal seperti itulah akhirnya warga Jombang meno-lak survei seismik tersebut. Kegiatan itu dilakukan di pemu-kiman warga, bukan di hutan. Pihak surveyor keluar masuk seenaknya,” kata bupati me-nyayangkan.
Hingga saat ini tim kecil yang baru saja dibentuk itu masih melakukan koordinasi. Hadir dalam rapat tersebut Fasta Husein, Exploration Public Affair, PT Exxon Mobil Indonesia, dan Kepala Operasi-onal BP Migas, Roesmardani
Meski belum ada jadwal secara pasti kapan pelaksana-annya, namun Bupati Jombang Suyanto meminta agar pemus-nahan 174 sisa bom seismik yang masih tertanam di bebe-rapa titik di Kabupaten Jombang dilakukan secara hati-hati. Dengan kata lain, upaya pele-dakan tersebut jangan sampai merugikan warga setempat.
“Untuk jadwal pelaksana-annya masih dibahas oleh tim kecil. Kemungkinan besar setelah lebaran. Namun kita berharap agar proses peledakan tersebut berjalan secara kon-dusif, jangan sampai membuat keresahan. Karena warga saya masih trauma,” kata Suyanto
Bupati Suyanto menandas-kan, pemusnahan bahan pele-dak (handak) yang tersebar di 12 desa tersebut paling realistis dilakukan dengan cara peleda-kan. Karena dengan meledak-nya bom yang dipasang PT Exxon Mobil tersebut maka lingkungan bekas tertanamnya bom termasuk aman. Hal itu sangat berbeda jika pemusna-han dilakukan dengan cara penggaraman. “Kalau dengan metode penggaraman, masih ada resiko. Sama artinya kita memelihara bom waktu,” tam-bahnya.
Lagi-lagi Suyanto meminta agar dalam proses pemusnahan nantinya PT Exxon bertang-gung jawab dalam segala hal. Semisal, jika ada rumah warga yang mengalami retak-retak karena getaran ledakan, maka Exxon harus bertanggung jawab. “Ya kita evaluasi dari peledakan sebelumnya. Warga resah dan akhirnya menolak seismik,” ujar bupati dua periode ini.
Apakah eksplorasi di Blok Gunting, utamanya Jombang tetap dilakukan? Suyanto memastikan bahwa nasib PT Exxon Mobil sudah tamat di Jombang. “Sudah tidak ada lagi. Kegiatan yang terakhir dilakukan hanya pemusnahan sisa bom seismik. Exxon tidak melakukan ekplorasi,” pung-kasnya. (TEAM)
