WAKTU sudah menunjukkan pukul 11.00 wib, namun cuaca nampaknya tidak bersahabat, maklum sudah akhir tahun 2012. Hujan rintik-rintikpun terus mencurah, meski demikian, sekelompok pemuda tetap melakukan aktipitas pekerjaan. Tepatnya di Sp 3 bunguran tegah di desa Tapau, berdekatan dengan bendungan, sejumlah pekerjapun, tidak menghiraukan guyuran hujan.
Berlumuran lumpur, mereka sekali-kali mengelap wajah, yang di tetesi air hujan. Saat wartawan Koran ini, berkunjung bersama rekannya, mereka tetap bekerja. Ada yang janggal dalam proyek tersebut. Bangunan ini, tidak ditemukan papan proyek, seakan ada yang ditutupi. Di tepi jalan terlihat vipa 6 inci ditumpuk. Sebahagian telah di sambung, dengan cara di las.
Salah satu pekerja bangunan, ketika kami Tanya, terkait proyek apa, yang sedang mereka kerjakan, hanya dapat menjawab proyek air bersih untuk Desa Tapau. Namun secara rinci mereka tidak tau nilai kontrak, dan PT apa yang mengerjakan. “ Kami hanya pekerja aja disini bang, katanya ini proyek provinsi, karena ada salah seorang dari provinsi mengawasi disini. Cuma kami tidak tau apakah Dia kontraktornya atau PPTK. Kalau mau Tanya ada pemborong orang Sedanau, sebentar lagi datang ujarnya ramah.
Pucuk dicinta wulan pun tiba, tidak menunggu lama, kepala pemborong pun muncul. Sayangnya pertemuan ini tidak membuahkan hasil, sebab Dia juga tidak tahu siapa kontraktor pelaksana dan PT apa mengerjakan. Menurut Dia, ada seorang dari provinsi, selalu melakukan pengecekan disini, namanya Pak Edi, dia menginap di salah satu penginapan di Ranai, katanya sambil menyebut nama penginapan. Sepengetahuan Dia, proyek ini milik provinsi, kalau tidak salah 5 millyar, namun Dia tidak bisa memastikan kapan selesainya, paling cepat januari 2013 lah ujarnya polos. Wartawan Koran inipun meninggalkan Koran dan disertai no hp, namun hingga pertengahan januari, Edi yang disebut orang provinsi, sangat sulit dijumpai. Beberapa kali wartawan Koran ini beserta rekan berusaha menemui, ditempat tinggalnya, Edi bagaikan “ Judul berita sulit terdeteksi”.
Sementara itu kasi pengembangan lingkungan PU Natuna Erzan ST, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, mengakui, jika paket proyek di desa Tapau Sp tiga milik Kasatker PU provinsi. Memang kemarin mereka telah datang ke sini sekedar pemberitahuan. Mereka akan membangun sarana air bersih di Desa tapau, untuk dialirkan kemasyarakat. Dana tersebut DAK Pusat. Namun Erzan tidak mengetahui berapa nilai proyek dan PT apa yang mengerjakan.
Jika benar paket ini dana DAK pusat, seharusnya pekerjaan sudah selesai Desember 2012. Nyatanya hingga hari ini, masih dilakukan pekerjaan. Kembali lagi, ada permainan dalam proyek air bersih di Desa Tapau. Oleh karena itu diminta aparat penegak hukum segera melakukan pengecekan. >> Roy

