Tahun Baru, Armada Baru

Natuna,(MR)

PEMKAB Natuna melalui Dinas Perhubungan, meresmikan pelayaran dua buah kapal baru, KM Kawaranae 2 dan KM Kawaranae, untuk jasa angkutan laut penyeberangan antar pulau, bagi masyarakat kabupaten Natuna. Pelepasan kapal angkutan laut masyarakat Natuna ini, dipimpin langsung oleh Bupati Natuna Ilyas Sabli dan Wakil Bupati Natuna Imalko beserta jajaran Muspida dan FKPD Natuna di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna, Penagi 2 pekan lalu.

Kepala Dinas Perhubungan Pos dan Telekomunikasi Kabupaten Natuna Wan Siswandi dalam sambutannya, mengatakan KM Kawaranae 2 dan 3 merupakan kapal baru, disubsidi oleh pemerintah Kabupaten Natuna dari anggaran APBD untuk menunjang kelancaran transportasi laut atau penyeberangan antar pulau. Kita ketahui selama ini masyarakat Natuna terutama di luar Pulau Bunguran, sangat mendambakan sarana transportasi yang layak untuk melintasi penyeberangan. Jika mengandalkan kapal yang ada, terkadang masyarakat jadi dilema. Dengan kehadiran kedua kapal ini, diharapakan arus barang dan kelancaran transportasi laut antar pulau, lebih lancar dan tepat waktu.

Dikatakan Wan Sis, kegiatan armada baru atau jasa angkutan laut untuk masyarakat, merupakan program pemerintah kabupaten Natuna. Melalui Dinas Perhubungan sebagai pelaksana teknis di lapangan dalam pengoperasian armada ini, dengan dasar hukum MoU antara Pemkab Natuna dengan DPRD.

Trayek Kapal dilelang secara umum dan terbuka melalui lembaga LPSE Natuna dan tidak ditentukan pemenangnya, Untuk diketahui secara bersama, berdasarkan proses pelelangan beberapa waktu lalu, harga yang sudah diperoleh dalam penawaran itu sebesar Rp 23.033. 458.000.000 (dua puluh tiga milyar tiga puluh tiga juta empat ratus lima puluh delapan ribu rupaih), untuk dua buah kapal dengan waktu kontrak rute trayek selama dua tahun.

Secara rinci, Wan Siswandi menjelaskan untuk trayek satu, dengan rute Natuna/ Ranai, Pulau Laut, Sedanau, Pulau Tiga, Midai dan Tanjung Pinang, disubsidi sebesar Rp 12.135.373.000. (dua belas milyar seratus tiga puluh lima juta tiga ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah). Kemudian untuk trayek dua dengan rute tempauh Natuna / Ranai, Subi, Serasan dan Pontianak dianggarkan sebesar Rp 10. 898. 086.000. ( Sepuluh milyar delapan ratus sembilan puluh delapan juta delapan puluh enam ribu rupia ). Sistem penganggaran dilakukan secara multi years selama dua tahun, jelas Sis Wandi.

Disamping itu, Wan Siswandi juga menjelaskan untuk hal-hal lainnya seperti harga tiket kapal, pihaknya mengacu pada keputusan Menteri Perhubungan No KM 86 tentang uang tarip penumpang dan uang tambang jasa angkutan laut, dan Perda Kabupaten Natuna No 1 tahun 2012 tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah sebagai pedoman dalam menentukan tarip harga tiket kapal nanti, Namun yang jelas dengan harga yang lebih murah dan terjangkau oleh masyarakat karena sudah disubsidi oleh pemerintah daerah, kata Sis Wandi.

Lebih Lanjut, Wan Siswandi menjelaskan di Dinas Perhubungan dipimpin oleh dirinya ada beberapa program prioritas menjadi andalan pemerintah daerah yang dilaksanakan secara teknis dilapangan oleh Dinas Perhubungan diantaranya, Peresmian armada atau jasa angkutan laut baru untuk masyarakat Natuna dan peletakan batu pertama pembangunan terminal bandara sipil dan perangkatnya di Lanud Ranai pada pertengahan bulan Februari mendatang. “ Proyek ini dianggarkan secara multi years dan dilelang di LPSE, insa allah akan selesai pada tahun 2015 mendatang,” terang Siswandi.

Pada kesempatan yang sama Bupati Natuna Ilyas Sabli dalam sambutannya, mengharapkan kehadiran dua buah kapal baru, dapat memberi kemudahan akses kepada masyarakat yang berada dipulau-pulau terjauh dalam penggunaan jasa teransportasi laut, lebih mudah dan tepat waktu. “Selama ini saya melihat, masih banyak masyarakat kita yang berada di pulau-pulau sulit untuk mendapatkan transpotasi laut, tepat waktu dan terjangkau oleh masyarakat,” kata Ilyas.

Dikatakan Ilyas, sebagai daerah kepulauan di perbatasan Indonesia, Natuna sebagian besar dikelilingi oleh laut lepas dengan jarak tempuh puluhan hingga ratusan mil antara pulau satu dengan pulau yang lain, untuk memudahkan jarak tempuh masyarakat perasarana transportasi laut sangat dibutuhkan. Untuk itu, diharapakan dengan kehadiran dua buah kapal baru ini dapat membuka tabir terisolasi bagi masyarakat dipulau-pulau terpencil. Oleh sebab itu, pemerintah daerah merasa perlu untuk meningkatkan sarana dan prasarana transportasi laut menjadi tujuan prioritas dalam peningkatan pemerataan pembangunan di Kabupaten Natuna, ungkap Ilyas.

Dalam peningkatan pemerataan pembangunan di Natuna yang masih belum maksimal dalam pelayanan jasa transportasi laut, maka akan berdampak terhadap lambannya akselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat, karena mobilitas barang dan manusia masih sulit dan belum terjangkau di beberapa wilayah terpencil di Kabupaten Natuna. Oleh Sebab itu, kata Ilyas, pemerintah daerah merasa sangat perlu untuk memperhatikan ketersedian sarana transportasi laut yang lebih memadai untuk segera direalisasikan sebagai perioritas dalam program pembangunan, sehingga peningkatan pembangunan dibeberapa sektor seperti, ekonomi, pendidikan, kesehatan, perdagangan, pertanian dan sebagainya akan lebih mudah terwujud karena akses transportasi sudah lancar.

Dikatakan, keberadaan dua buah kapal baru ini, bukan merupakan kapal pengganti armada laut yang sudah ada sepeti KM Trigas dan Sabuk Nusantara 30, yang sudah lebih dulu melayani rute penyeberangan antar pulau di Natuna bantuan subsidi dari pemerintah pusat, Namun keberadaan dua buah armada baru hasil subsidi dari Pemkab Natuna ini, untuk menambah keberadaan kapal yang lama dengan tujuan untuk lebih memperlancar arus transportasi laut dari dan ke Natuna, sehingga perputaran roda ekonomi masyarakat lebih lancar dan merata.

Pada kesempata tersebut, Ilyas Sabli juga berpesan kepada nahoda dan ABK kapal dan para pengurus trayek jasa angkutan laut tersebut, agar dapat memberikan pelayan yang lebih baik dan profesional dengan penuh tanggung jawab kepada masyarakat sesuai dengan kesepakatan yang sudah disepakati dalam perjanjian trayek angkutan laut tersebut, sehingga pemanfaatan armada jasa angkutan laut untuk masyarakat Natuna tersebut dapat berjalan lancar, harap Ilyas. >> Roy

Related posts