Parluh PSHT Kubu M. Taufiq di Kota Madiun Ditunda, Sebut Aparat dan Forkopimda Diskriminatif

Kediri, MR – Pelaksanaan Parapatan Luhur (Parluh) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kubu Muhammad Taufiq di Kota Madiun terpaksa ditunda karena adanya dugaan sikap diskriminatif dari aparat keamanan dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

Berdasarkan laporan dari detikJatim, berikut adalah fakta-fakta penting di balik penundaan acara tersebut: Ketua Umum PSHT, Dr. Ir. H. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc., menyatakan pihaknya terpaksa menunda agenda Parluh yang semula dijadwalkan pada 25-26 September 2026 akibat perlakuan diskriminatif dari aparat dan Forkopimda Madiun.

Taufik menegaskan bahwa Kota Madiun adalah tanah kelahiran atau tumpah darah PSHT. Oleh karena itu, organisasi menolak keras segala bentuk adu domba atau provokasi pihak luar yang ingin memicu pertumpahan darah.

Pengurus pusat meminta seluruh warga PSHT agar tetap tenang, tidak mudah terpancing emosi, serta memilih mengedepankan jalur hukum ketimbang menciptakan kerusuhan.

Penundaan ini tidak berarti akhir dari perjuangan kubu Taufiq. Mereka tetap berkomitmen mengupayakan agar Parluh dapat terselenggara secara resmi melalui mekanisme hukum dan organisasi yang berlaku.

Sebelumnya, Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menyampaikan hasil koordinasi dengan Kabupaten Madiun dan Magetan bahwa kegiatan Parluh dipersilakan asalkan tidak dilaksanakan di wilayah Kota Madiun demi menjaga kondusivitas. (Ag).

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.