Trenggalek,(MR)
DI TAHUN 2012 ini The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP) kembali mengadakan Otonomi Awards kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota di Jawa Timur. Dan di awal bulan Februari lalu telah dimulai tahap sosialisasi parameter dan indikator penilaian penghargaan bergengsi ini. Tahun ini merupakan tahun kesebelas bagi JPIP dalam melakukan penilaian terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten dan Kota.
Dari program yang telah dilakukan kemudian dengan penghargaan yang diberikan kepada daerah, Otonomi Award tersebut diharapkan menjadikan motifasi bagi setiap daerah untuk semakin meningkatkan kinerjanya dalam usaha meningkatkan kesejahterakan rakyat. Karena, tujuan dari otonomi itu adalah bagaimana kesejahteraan rakyat terwujud.
Pada kesempatan ini Kabupaten Trenggalek harus menghadapi 4 kota saingan dalam kategori distribusi ekonomi. Diantaranya kabupaten sumenep, magetan, kediri dan madiun. Setelah diadakan rapat pleno Kabupaten Trenggalek harus berbesar hati tidak mendapatkan penghargaan dan harus jatuh ke kabupaten Madiun. Dan harus puas hanya mendapatkan sertifikat penghargaan Special Category.
Pada parameter ekonomi ini, JPIP akan melihat kinerja Pemerintah Daerah dalam tiga indikator, yakni pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi dan pemberdayaan ekonomi lokal. JPIP akan mengukur kinerja Pemerintah daerah dalam mengupayakan ekonomi di daerah dan juga akan dilihat bagaimana upaya Pemerintah Daerah memeratakan distribusi ekonomi hingga ke pelosok sehingga pembangunan tidak terhenti di pusat Kabupaten atau Kota saja.
Pada indikator pemberdayaan ekonomi lokal, JPIP akan menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai program atau kebijakan Pemerintah Daerah dalam memanfaatkan potensi dan menyiasati keterbatasan ekonomi lokal. Semakin terintegrasi upaya untuk memacu pertumbuhan pemerataan dan pemberdayaan ekonomi lokal dengan pengentasan kemiskinan maka nilai daerah akan semakin tinggi.
Parameter Pelayanan Publik Parameter ini terbagi menjadi tiga indikator yakni, pelayanan pendidikan, kesehatan, dan administrasi. Terobosan baru pada tiga bidang tersebut harus berorientasi pada kelompok masyarakat miskin. Oleh karenanya penyediaan pelayanan publik yang mudah, murah, terjangkau dan merata menjadi salah satu aspek yang dinilai dalam Otonomi awards 2012. Dan juga perbaikan kualitas manajemen pengelolaan pelayanan public juga menjadi catatan penting pada penilaian.
Parameter Politik Lokal Ada dua indikator yang digunakan untuk melihat kondisi politik lokal suatu daerah yakni, bidang partisipasi publik dan akuntabilitas.
Dalam skema JPIP, partisipasi publik merujuk pada pelibatan masyarakat dalam proses pembuatan dan implementasi kebijakan strategis dan kebijakan umum. Di tahun ini evaluasi dan monitoring difokuskan pada isu partisipasi publik pada proses pembangunan. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi pembangunan. Sedangkan pada akuntabilitas publik meliputi isu transparansi, pengaduan masyarakat, responsibiltas aparatur, akses informasi publik dan sanitari birokrasi.
Diharapkan Nominasi otonomi award 2012 special Categori yang diberikan kepada Kabupaten Trenggalek kali ini bisa menjadikan cambuk untuk lebih baik lagi dalam Pemerintahan yang di pimpin Dr. Ir Mulyadi WR.MMT Sehingga tahun depan bisa mendapatkan penghargaan baik di parameter ekonomi, pelayanan publik maupun dalam Parameter Politik Lokal. >>Mlr/Kim
