Kediri, MR – Desa Nambakan Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri Jawa Timur sampai tahun 2024 ini, tidak ditemukan kasus balita stunting yang signifikan. Berkat upaya pencegahan stunting pada balita dan Ibu hamil, walaupun begitu Pemdes Nambakan tetap memberikan bantuan BLT dan PMT sebagai langkah antisipasi yaitu berupa gula pasir, susu, kacang hijau, telur dan biskuit, juga tetap rutin memantau .Senin,(7/10/2024.
Kepala Desa H.Heru saat ditemui di Kantornya mengatakan,” Pemberian BLT dan PMT ini bertujuan untuk mencegah terjadinya gizi buruk pada balita dan ibu hamil, hal ini sebagai langkah utama. Pemdes menargetkan wilayahnya dapat mencapai angka zero balita stunting.”
“Sekaligus Pemdes mengapresiasi upaya-upaya tersebut. Disektor pertanianpun desa Nambakan juga dikuatkan agar mampu meningkatkan ketahanan pangan suatu keharusan keluarga. Pemdes berkomitmen terus mendukung program Pemerintah untuk zero stunting. Yang terpenting tetap waspada agar tidak muncul anak stunting. Pemdes Nambakan tetap menjalin dengan BPD, Bidan desa, dan kader Posyandu Kader PKK, terus pantau stunting agar tetap terjaga dan akhirnya dapat menjadi zero,” terangnya.
Secara teknis Pemdes hanya mengambil kebijakan, teknis pelaksanaannya oleh Kader-kader PKK, Kader Posyandu dan lingkungan RT/RW. Untuk evaluasi akhir tahun tentunya Desa Nambakan akan signifikan bisa zero.
Pemdes Nambakan menekankan bahwa penanganan stunting yang juga merupakan salah satu isu prioritas kegiatan inisiatif desa Tahun 2024 tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Namun dibutuhkan dukungan, komitmen dan kolaborasi dari seluruh pihak untuk mengintervensi pencegahan dan penurunan stunting. (Ag)
