Jakarta, (MR)
MENTERI Pertanian Suswono optimistis produksi beras tahun ini melebihi angka ramalan Badan Pusat Statistik (BPS). Pasalnya, pihaknya akan memaksimalkan penanaman di bulan September mendatang, “Dari BMKG juga sudah memberikan laporan musim hujan datang pada September dan curah hujan tinggi pada Oktober,” ujar Suswono, seusai membuka Rapat Koordinasi Nasional bertajuk ‘Pemantapan Pencapaian Surplus 10 Juta Ton Beras’, Rabu (29/8), di Jakarta.
Adapun, BPS telah melansir produksi padi pada angka ramalan I meningkat 4,31% dari produksi 2011, yakni sekitar 68,594 juta ton gabah kering giling (GKG). Sementara, sasaran Kementerian Pertanian awalnya adalah 74 juta ton GKG dan kemudian direvisi menjadi 67,824 juta ton GKG atau setara dengan 37,981 juta ton beras.
Suswono menuturkan, dengan memaksimalkan lahan yang ada dan penanaman di bulan September ini, produksi beras bakal melebihi angka ramalan BPS.
“Mudah-mudahan apa yang sudah dimunculkan di Aram I yakni peningkatan produksi 4,31% bisa tercapai bahkan bisa diatas itu dengan melakukan penanaman di bulan September. Ini juga artinya ditambah masih ada waktu dua tahun saya yakin masih memungkinkan untuk surplus 10 juta ton beras,” tukas Suswono.
Suswono pun mengaku tidak terlalu khawatir dengan peringatan Badan Pangan Dunia (Food Agriculture Organization/FAO) soal krisis pangan akibat kekeringan yang berkepanjangan. Menurutnya, potensi di Indonesia masih memungkinkan untuk memenuhi pangan dari dalam negeri.
Indonesia pun, lanjutnya, masih memiliki sumber karbohidrat lain yang bisa menopang pangan. “Indonesia belum masuk dalam kategori krisis atau mengkhawatirkan. Kalau warning, itu penting. Saya kira ini justru menjadi antisipasi kita untuk kemungkinan yang terburuk bahwa terjadi kekeringan panjang. Tapi, menurut saya, justru positif untuk indonesia, apalagi dengan laporan BMKG iklim masih kondusif rasanya belum terlalu khawatir,” terangnya. >> Yanto Sitanggang
