Bulog Harus Jaga Harga Komoditas Perikanan

Jakarta,(MR)
SELAIN harga beras, Perum Bulog diharapkan bisa menstabilkan harga berbagai komoditas yang termasuk ke dalam sektor kelautan dan perikanan. “Penting didorong agar pangan perikanan masuk (ke dalam tanggung jawab Bulog) agar seiring dengan target peningkatan konsumsi ikan nasional,” kata Koordinator Program Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Abdul Halim, Minggu.
Abdul Halim mengingatkan, target peningkatan konsumsi ikan nasional sendiri telah ditargetkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi hingga sebanyak 34 kilogram per kapita per tahun pada tahun 2014.
Ia juga menegaskan, meski jumlah petani pada 2011 adalah sebanyak 39,33 juta orang dan jumlah nelayan mencapai 6,08 juta orang (terdiri atas 2,73 nelayan tangkap dan 3,35 nelayan pembudidaya), namun hal itu bukan berarti maka pemerintah bisa begitu saja hanya mengutamakan komoditas pertanian dan mengesampingkan komoditas perikanan ke dalam fungsi Bulog.
“Justru itu yang mesti dikoreksi. Karena dua per tiga wilayah geografis kita lautan. Sudah semestinya pangan perikanan menjadi salah satu item pengelolaan logistik pangan nasional,” katanya.
Abdul Halim memaparkan lebih lanjut, artinya kebijakan logistik pangan nasional tidak melihat jumlah produsen di mana petani lebih besar dari nelayan, melainkan lebih kepada bagaimana pemerintah melakukan pemenuhan pangan secara merata dan terhubung antara satu pulau dengan pulau lainnya.
Sebelumnya, pemerintah diminta untuk dapat cermat dalam menentukan beberapa komoditas strategis yang harus distabilkan harganya di Tanah Air terkait dengan peran revitalisasi yang rencananya akan dilakukan oleh lembaga Bulog. “Pemerintah harus benar-benar dalam menentukan komoditas strategis apa yang mesti distabilkan,” kata pengamat pertanian, Khudori. >> Eka Lesmana

Related posts