Anambas,(MR)
UNTUK mengontrol harga barang dan mengecek kualitas dari barang dagangan terutama yang menyangkut daging dan makanan-makanan yang sifatnya makanan jadi menjelang bulan puasa, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, SH mengadakan sidak ke sejumlah pedagang di pasar Tarempa pekan lalu.
“Kita sedang mengontrol harga pasra agar tidak terjadi lpnjakan harga dan juga kualitas makanan. Dikhawatirkan ada kandungan zat-zat kimia yang merusak kesehatan konsumen seperti formalin, boraks dan sebagainya,” ujar Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, SH.
Haris menilai sidak seperti ini sangat penting diadakan, karena para pedagang mengambil barang dari luar KKA, sehingga terkadang pedagang pun cenderung tidak tahu kandungan apa yang ada didalam makanan yang mereka jual tersebut. “Sidak ini penting. Kita pemerintah harus mengontrol kualitas barang. Jadi peran pemerintah bersama dinas terkait seperti Disperindag dan Dinkes untuk memantau pasar ini penting,” papar Haris.
Selain itu menyambut ramadhan, Pemantauan harga pasar juga tidak kalah penting. Halnya menurut pengalaman beberapa tahun belakangan, pada bulan ramadhan harga barang di pasar cenderung mengalami kenaikan yang significant. Imbasnya ada beberapa masyarakat yang tidak bisa menjangkau harga barang untuk memenuhi kebutuhan mereka disaat bulan ramadhan ini.
Dalam sidak pasar ini Haris menghimbau kepada pedangan untuk menaikan harga barang tidak terlalu tinggi supaya masyarakat tetap dapat membeli dan mengkonsumsi barang-barang kebutuhan mereka. Menurutnya wajar bila harga yang akan dijual menjadi mahal karena pengaruh ongkos kirim dan ongkos angkut. “Ini yang kita jaga, supaya harga yang ada dipasar tetap terkontrol. Saya menghimbau supaya harganya tidak naik terlalu tinggi, tolong dikontrollah supaya masih bisa dijangkau masyarakat kita,” ujar Haris.
Sidak ini bukan yang pertama diadakan oleh Pemda KKA. Menurut penuturan Haris, Pemda melalui DIsperindag KKA sudah serig mengadakan sidak serupa untuk mengontrol harga dan kualitas pasar, termasuk didalamnya barang-barang expired. Hasilnya barang-barang expired sudah tidak dijual dipasaran. “Kalau yang expired, pedagang sudah wanti-wanti dari jauh hari. Kalau sudah dekat masa expirednya mereka tidak akan ambil dan sisihkan,” jelas Haris.
Untuk Sidak hari itu Haris juga mengaku tidak menemukan barang-barang kadaluarsa yang dijual oleh pedagang. Yang ditemukan hanya ketidak sengajaan pedagang dan mereka menyadari bahwa penjualan itu dilarang. “Hari ini tidak ditemukan makanan kadaluarsa. Memang ada beberapa pedagang yang masih menyimpan, tapi itu tidak lebih dari kelalaian dan mereka tahu itu salah,” ujar Haris.
Haris juga menjelaskan tidak ada kekhawatiran mengenai kadaluarsa dan penggunaan zat berbahaya pada makanan yang diproduksi lokal. Yang menjadi kekhawatiran adalah makanan yang datang dari luar daerah. Menurut Haris biasanya kendala jarak menjadi alasan utama para pedagang yang mengirim barang untuk mencampurkan zat-zat tertentu agar makanan bisa lebih tahan lama. “Kalau disini tidak perlu dikhawatirkan. Tapi kalau dari luar itu yang dikhawatirkan. Karena jarak cukup jauh para pemasok makanan dari luar berfikir bagaimana makanan tersebut bisa tahan lama, salah satunya mencampur dengan zat-zat yang mungkin berbahaya,” papar Haris.
Untuk pemantauan kadar zat kimia dalam makanan, Haris memastikan Dinkes KKA sudah memiliki fasilitas yang memadai untuk mengidentifikasi. Dalam beberapa hari kedepan Dinkes juga dipastikan akan mengecek beberapa sample makanan seperti daging, buah dan sebagainya. Jika memang didentifikasi penggunaan zat kimia berbahaya, maka akan diadakan pemusnahan sesuai dengan cara yang telah diaturkan. “Karena ini menyangkut kesehatan, maka kita akan berkoordinasi dengan pemilik makanan tersebut untuk memusnahkan makanan yang teridentifikasi zat kimia berbahaya,” ujar Haris.
Masalah kerugian yang akan diderita oleh pedagang karena pemusnahan tersebut akan dimusyawarahkan bersama dengan pedagang. Haris berjanji akan mencari solusi terbaik. “Penggantian kita akan musywarahkan,” pungkas Haris. >> Eichiro/ Edo
