Anambas,(MR)
OPERATOR teknis pelakasnaan program KTP Elektronik (e-KTP) dari seluruh kecamatan yang berada di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) mendapatkan bimbinngan teknis dari Konsosrsium Percetakan Republik Indonesia di Hotel Tarempa Beach, Senin (2/7) silam. Bimbingan teknis yang melibatkan 40 orang tenaga teknis yang berasal dari seluruh KKA tersebut dibuka oleh wakil bupati KKA, Abdul Haris, SH.
Dalam sambutnnya, Abdul Haris menegaskan bahwa peserta bimtek itu merupakan ujung tombak pelaksanaan program e-KTP tersebut, oleh karena itu Haris menegaskan bahwa peserta wajib mengikuti bimtek ini dengan baik.
Abdul Haris juga menambahkan, operator e-KTP harus bisa menguasai seluruh kinerja perangkat karena operator merupakan tenaga teknis yang paling penting dalam pelaksanaan e-KTP. “Setiap kecamatan hanya punya 4 orang tenaga teknis. Jadi Cuma 4 orang saja lah yang nantinya akan memahami masalah teknis tentang perangkat e-KTP. Tidak ada yang lain. Jadi operator e-KTP harus bisa menguasai sistem kerja,” ujar Haris.
Disamping operator, juga dilatih pendamping yang akan membantu mengawasi permasalahan di lapanga nantinya. Sehingga berbagai kendala yang terjadi saat entri data penduduk dapat diatasi demi kelancaran pelaksanaan e-KTP di KKA “Juga dilatih tenaga pendamping operator yang akan mendampingi operator nantinya. Supaya kendala yang dapat memperlambat kegiatan dapat diatasi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati KKA Abdul Haris menyampaikan, pentingnya bimtek bagi operator, karena entri data penduduk harus teliti dan benar, sehingga penerapan e-KTP di Anambas tidak terkendala. “Kita harapkan operator yang ditugaskan dapat dilatih dengan baik. Sehingga Prosedur pengambilan data penduduk nantinya tidak mengalami permasalahan yang dapat memperlambat kelancaran penerapan e-KTP di Anambas,” kata Haris.
Haris menambahkan, pentingnya sosialisasi yang terus menerus bagi masyarakat Anambas. Terutama wilayah perdesaan yang tidak banyak memahami administrasi kependudukan. Sehingga KTP seringkali di urus ketika sudah sangat mendesak. Apalagi e-KTP yang tidak banyak dipahami kegunaan dan manfaatnya dalam keseharian masyarakat.
“Sosialisasi dan penyampaian untuk pemahaman kepada masyarakat harus terus digalakkan oleh Disdukcapil dan petugas operator e-KTP. Sehingga proses pengakuratan data penduduk nantinya dapat berjalan dengan benar. Karena tidak banyak penduduk yang memahami fungsi e-KTP ini. Untuk itu kita harapkan operator bisa menyampaikan pada masyarakat yang bertanya tentang pentingya e-KTP ini,” terangnya.
Disamping itu, Haris juga menyarankan tentang pelaksanaan sosialisasi lanjutan pelaksanaan e-KTP penting dilaksanakan oleh kecamatan-kecamatan guna memberikan pemahaman lebih dalam kepada masyarakat tentang pentingnnya e-KTP.
Pelaksanaan sosialisasi ini penting, pasalnya warga KKA kebanyakan adalah masyarakat awam yang kurang memperdulikan masalah identitas. “Orang kita ni kan awam. Kurang memusingkan masalah-maslaah identitas. Jadi terkadang mereka menganggap ini tidak penting. Jadi berikan sosialisasi, berikan pemahaman kepada mereka,” ujar Haris. >> Eichiro/ Edo
