Pesantren Ramadan di Padang Sedot Anggaran Rp2,4 Miliar

Padang,(MR)
PEMERINTAH Kota Padang, Sumatra Barat, menganggarkan dana sebesar Rp2,4 miliar untuk pelaksanaan pesantren Ramadan 1433 Hijriyah. “DPRD Padang menyetujui anggaran sebesar Rp2,4 miliar untuk pelaksanaan pesantren Ramadan,” kata Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, di Padang, Kamis (19/7).
Menurutnya, guru-guru harus terlibat secara aktif selama pelaksanaan pesantren Ramadhan 1433 Hijriyah ini di masjid atau mushalla di tempat tinggal masing-masing.  “Setiap guru diberi SK dari sekolah untuk ditugaskan di masjid dan mushalla terdekat dalam pelaksanaan Pesantren Ramadan,” katanya.
Untuk itu tambah Fauzi Bahar guru-guru agar mendaftarkan diri ke masjid dan mushalla di tempat tinggal masing-masing yang menyelenggarakan pesantren Ramadan. “Bagi guru-guru yang yang tidak aktif selama pelaksanaan pesantren Ramadan akan dipindahtugaskan ke tempat lain,” kata Fauzi Bahar.
Dia mengatakan, pesantren ramadan  dilaksanakan semenjak sejak tahun 2010  telah diperkuat dengan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bagi semua tingkatan. Memasuki tahun 2012 pembelajaran dimantapkan dengan menyediakan bahan ajar, yang diharapkan guru pengajar lebih maksimal dalam mencapai tujuan pendidikan.
“Jika pada dua tahun terakhir ini materi pesantren Ramadan lebih ditekankan pada pendalaman kandungan Asmaul Husna, pada tahun ini secara terstruktur difokuskan pada penanaman, pengembangan, dan pembiasaan karakter berbasis Alquran,” katanya.
Menurutnya, pesantren Ramadan memiliki tiga tujuan penting sebagai pengalihan kegiatan pembelajaran dari sekolah ke masjid.  “Selanjutnya, meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya siswa untuk memakmurkan masjid dan pemantapan aqidah Islam di kalangan peserta didik,” katanya.
Pelaksanaan pesantren Ramadan bukan meliburkan sekolah, melainkan memindahkan proses belajar mengajar dari sekolah ke masjid bagi umat Islam, ke gereja bagi umat Kristen, ke pura dan Wihara bagi umat Budha dan Hindu.
“Perlu diingat juga, sertifikat pesantren Ramadan tidak akan diberikan kepada siswa yang tidak mengikutinya,” kata Fauzi Bahar. >> Marqian

Related posts