Dana Rutin Dukungan dan Program Kegiatan Pelatihan BLK Diduga Rawan Penyimpangan

Tanjung pinang,(MR)
GEDUNG yang diresmikam pada 27 tahun yang silam. Tepatnya pada tanggal 19 Desember 1985 oleh menteri Tenaga Kerja Sudomo yang dahulunya disebut sebagai Gedung Kursus Latihan Kerja (KLK), yang merupakan aset pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau. Pada masa sekarang lebih dikenal oleh masyarakat Kepri yakni Balai Latihan Kerja (BLK).
BLK yang dinaungi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau. Setiap tahun Pemerintah menganggarkan untuk biaya Progaram kegiatan pelatihan dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Tiap tahun BLK Proninsi Kepulauan Riau juga tidak luput dengan Anggaran  untuk pemeliharaan Gedung dan Workshop Balai Latihan Kerja tersebut serta untuk sarana dan prasarana penunjang yang lainnya dengan angka yang sangat cukup tinggi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kepri pertahunnya.
Dilihat sepintas lalu, gedung yang berdiri megah diatas sebuah bukit di kilo meter 8 Jalan DI Penjahitan, di tengah-tengah Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau yaitu di Kota Tanjungpinang seolah-olah tidak ada kesan apa-apa bagi masyarakat, Namun kalau ditinjau dari fungsi Gedung tersebut merupakan aset Daerah yang tak ternilai harganya bagi mayarakat dalam dunia pendidikan non formal seperti pelatihan sub-sub bidang yang tersedia di BLK itu, untuk sebagai peningkatan produktivitas masyarakat didunia pendidikan, yang akan menghasilkan Tenaga Kerja siap pakai yang berkualitas yang akan mewujudkan Balai Latihan Kerja yang berstandar Nasional dan berdaya saing dalam meningkatkan kehalian dan keterampilan secara profesional. Terkait dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pengembangan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas merupakan salah satu sub bab dalam prioritas nasional penciptaan kesempatan kerja. Adalah salah satu arah pengembangan dan penguatan kopentensi dengan mewujudkan Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi lembaga pelatihan berbasis kompetensi yang tertuang dalam selayang pandang BLK itu sendiri.
Impian dan harapan masyarakat serta slogan tersebut bisa tercapai dan terimplementasikan apa bila memang dikelola dengan baik dan maksimal dengan adanya Planning, Organizing, Actuality dan Controller (POAC), yang disesuaikan dengan disposisi dan tupoksi yang ada dilingkungan BLK dibawah naungan Disnakertrans Kepulauan Riau dalam melaksanakan program biaya rutin dan program kegiatan pelatihan yang tersedia di BLK tersebut. Dengan terus bergulirnya dana APBD dan APBN setiap tahunnya untuk biaya rutin dukungan BLK Provinsi kepulauam Riau dan pelaksanaan kegitan pelatihan, membuat masyarakat bertanya-tanya, bahkan disinyalir keadaan dan implementasi program dan kegitan tidak sesuai dengan disposisi dan tupoksi pada struktural yang ada.
Diduga Program Kegiatan Penunjukan Langsung (PL), Rawan dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme(KKN) di republik ini, Bahakan kegitan yang berlangsung di Balai Latihan Kerja ( BLK ) dari dana rutin dukungan BLK yang dianggarakan dari dana APBD di senyalir sangat rentan dengan penyimpangan di sebabkan karena faktor objek yang dikerjakan dalam pelaksanaan kegitan dan pelaksana kegiatan tak terlepas dari itu-itu saja setiap tahunnya, tidak ada transparansi ke publik, Dikala  media ini ingin konfirmasi kepada para pejabat yang berkopenten seolah-olah enggan untuk berbicara. Bahkan ada yang seolah-olah pura-pura tidak tahu dengan program kegiatan yang ada. Dalam hal ini bagi pihak yang terkait agar dapat memonitoring dan mengevaluasi serta menindak lanjuti jangan sampai mandul, Agar kegiatan yang ada di BLK  berjalan dengan baik.
UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, jadi setiap kebijakan pemerintah perlu terbuka, Transparansi sesuai aturan bahwa setiap lembaga manapun wajib memberikan Informasi secara jelas dan rasional tanpa harus ditutup-tutupi kepada masyarakat dengan adanya istilah lintas sektoral atau istilah yang tidak dimengerti oleh masyarakat. Masyarakat hanya bisa berharap adanya pengelolaan yang baik dilingkungan BLK Provinsi Kepri dan perhatian para yang terkait secara  berkesenambungan.
Untuk tahun 2012 rencana kegitan pelatihan yang selalu tunda-tunda yaitu Las, Bubut,Logam, Otomotif, Listrik, Pipe Fitting, Menjahit dan Komputer, waktu konfirmasi pada para Instruktur  katanya jumlah para peserta atau siswa belum cukup. Sekarang sudah satu dekade smester tahun 2012, yang akan bergulir lagi anggaran APBNP dan APBDP semua kegitan belum berjalan, Membuat para peserta yang sudah mendaftar serta Instruktur sebagai tenaga pelatih yang tersedia di BLK itu sendiri jenuh dan kecewa waktu di konfirmasi.
Dikala media ini konfirmasi dengan kepala BLK Dadan Soleh pada beberapa bulan yang lalu, kegiatan yang berlangsung sebanyak 11 (sebelas) paket kegitan dengan anggaran perpaket berkisar RP.90 juta sampai dengan RP. 98 juta, kalau dihitung-hitung dan dikalkulasikan, kegitan Belanja Pemeliharaan Bangunan dan Workshop dan sebagainya di BLK tersebut disinyalir berkisar miliaran rupiah juga untuk tahun anggaran 2012 diluar anggaran kegitan pelatihan, Beredar kabar bahwa ada kegitan yang sudah selesai dikerjakan, upah pekerja belum dibayar dengan alasan ada nya perevisian gambar dan RAB (rencana anggaran biaya), kalau memang itu benar-benar terjadi yang diungkapkan pekerja yang mengerjakan kegiatan tersebut, “Apa jadinya Republik ini dengan pegelolaan uang rakyat yang tidak Profesional ini,”.
Sewaktu diminta komentar dari Dadan Soleh pada waktu itu tentang 11 (sebelas) paket kegitan yang ada di BLK tersebut, Dadan Soleh tidak hafal dengan  jenis-jenis kegitan tersebut, yang tahu hanya  Pengguna Anggaran(PA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegitan (PPTK) katanya. Mayarakatpun bertanya-tanya dengan BLK Provinsi Kepri, yang biasanya setiap tahun jarang sekali melakukan tentang kegiatan pemeliharaan Gedung dan Workshop diawal tahun, sekarang sungguh menimbulkan pertanyaan yang tak bisa terjawab oleh masyarakat, Pada bulan Pebruari tahun 2012 para pekerja  begitu gesit dengan kerjanya seakan-akan mengejar target. >>Tim

Related posts