PEMALANG JATENG, [MR] – Beberapa warga Dusun Pamulian Desa Warungpring Kecamatan Warungpring sempat sangsi dan mempertanyakan mekanisme proyek pekerjaan pengaspalan ruas jalan Warungpring – Tegalharja. Pada Kamis [16/09].Pasalnya, Alex dan Om Gudd sapaan akrabnya, mereka mempertanyakan pekerjaan atau pemeliharaan proyek pengaspalan tersebut. “Ya terkait pengaspalan di jalan Tegalharja – Warungpring, kalau menurut saya pribadi itu kurang memuaskan”. Ungkap Alex pada wartawan.
Alex bersama rekannya itu, juga tidak sempat melihat saat pekerjaan pengaspalan jalan berlangsung. “Saya mohon jalan tersebut itu harus diperbaiki lagi, itu pengaspalan masih kurang bagus”. Sambung Om Gudd sembari menikmati segelas teh dingin saat ditemui dirumahnya.
Pada intinya, mereka selaku masyarakat sekitar yang sering menggunakan jalan tersebut merasakan kurang puas dengan hasil pekerjaan pengaspalan tersebut. Dimana mereka berdua juga langsung cek ke lokasi dan sempat memegang hasil pengaspalan tersebut. Dan mereka berdua berkesimpulan, bahwa, saat musim penghujan nanti jalan tersebut bisa saja rusak kembali. Mereka menyayangkan dana pemeliharaan tersebut yang terkesan sia-sia.
Lebih dalam lagi, Alex sempat berpikir dan mempertanyakan mekanisme pada pekerjaan pengaspalan tersebut, yang menurutnya perlu dikaji ulang. “Itu mekanismenya seperti apa dan bagaimana. Saya sebagai warga butuh penjelasan”. Sambungnya.Senada dengan rekannya Alex, Om Gudd juga sangsi dengan pengaspalan tersebut, karena dia menilai daya rekatnya sangat minim, Om Gudd juga beranggapan bahwa aspal sebagai perekat sangat-sangat kurang. Terlihat dibeberapa titik memang sudah mulai terkikis dan mengelupas, padahal pekerjaan baru saja selesai beberapa waktu lalu.
Sementara itu, dari pihak DPU Kabupaten Pemalang melalui UPJI IV [Unit Pemeliharaan Jalan dan Irigasi] untuk Wilayah Warungpring, Abdul Mu’is menyatakan, bahwa, tidak ada pemberitahuan ke pihak UPJI IV saat pengerjaan pengaspalan tersebut berlangsung. “Njihh cepetan, biasa ngerjain sehari dua hari… Sekarang aspal langsung dikirim dari AMP Saka Pilar…”. Paparnya, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.
Mu’is menjelaskan lagi, lanjutnya, pekerjaan tersebut pihak UPJI IV belum mengetahui siapa yang mengerjakannya. “Antara 8-12 [tanggal]… Ngepasi, gak ada pemberitahuan di saya ato pengawase”. Sambungnya, masih menggunakan telepon selulernya.
Dijelaskan, menurut Mu’is, pengaspalan tersebut diketahui dengan berat 47 Ton: koefisien aspal 2,3: Lebar jalan 4: ketebalan 0,02: Panjang sekitar 255 meter. Sebagai tambahan, bahwa panjang jalan raya Warungpring – Tegalharja diketahui sepanjang kurang lebih sekitar 3,40 Km [Kilometer]. [SatriyoAdie\BR]
