Jakarta,(MR)
ANGGOTA Komisi III yang membidangi hukum dan Hak Asasi Manusia Nasir Djamil mengatakan ada beberapa dari anggota dewan yang memiliki senjata api. Menurutnya, kondisi tersebut adalah sesuatu yang wajar jika memang bertujuan bukan untuk melakukan kejahatan. “Itu wajarlah, kalau dimaksud bukan untuk gagah-gagahan,” ujar Nasir, Minggu (6/5).
Kejadian pengancaman dengan senjata api yang tersebar lewat video ‘Koboi Palme-rah’, sungguh membuat prihatin dan menebar ketakutan di tengah masyarakat. Namun, Nasir mengatakan anggota dewan bukanlah ‘koboi senayan’, dan hampir dipastikan memiliki senjata legal dengan izin kepolisian.
Untuk bisa mengatur per-edaran senjata api tersebut, menurut Nasir, itu adalah komitmen dari Polri untuk bisa menarik semua senjata api di warga sipil. Sepengetahuannya, beberapa bulan yang lalu Polri telah melakukan upaya menarik senjata api dari kala-ngan sipil, tetapi tidak diketahui efektivitasnya.”Seingat saya, Polri sudah melakukan upaya penarikan senjata dari warga sipil, tapi saya tidak tahu itu sudah dilaksanakan atau belum. Pengaturan sudah ada, persoalanya adalah Polri konsisten atau tidak dengan pe-ngaturan selama ini,” katanya.
Martin Hutabarat yang juga anggota Komisi III mengakui jika rekannya sesama anggota memiliki senjata api. Namun, hal tersebut bukan sebuah masalah jika memiliki izin kepolisian.
“Banyak yang punya, cuma saya tidak mungkin menyebutkannya, karena ribuan orang juga yang punya izin itu. Kalau saya tidak punya senjata api,” papar Martin di kesempatan yang berbeda. Menurutnya, kepemilikan senjata api oleh anggota dewan mungkin digunakan hanya sebagai alat perlindungan, terlebih dalam perjalanan menuju dapil.
Ada tiga jenis senjata yang saat ini beredar di masyarakat jelas Martin, yaitu senjata legal dengan izin resmi, senjata hasi peredaran gelap dan senjata yang dipinjamkan atau disewakan. Bahkan menurutnya, masyarakat dengan mudah bisa mendapatkan senjata api tersebut, karena harganya yang murah.
“Pernah ada yang menawarkan kepada saya Rp 5 juta tanpa izin, dia bilang banyak teman saya yang pake senjata. Buat saya tidak diperlukan senjata api, saya sih untuk apa itu,” ujar Martin. >> Tedy Sutisna
