PEMALANG JATENG, [MR] – Kontainer bermuatan semen MU [Mortar Utama] yang membawa sekitar 750 zak dengan berat per zak 40 Kg, dari arah Semarang menuju ke TB.PRING JAYA yang berlokasi di Jalan Raya Warungpring Kecamatan Warungpring. Diduga, kontainer yang terlalu besar dan melebihi tonase yang menyebabkan tidak bisa meneruskan perjalanan, yang akhirnya terpaksa berhenti ditanjakan jalur Tegalharja – Warungpring, yang akses jalannya memiliki lebar hanya sekitar 4 meter.Dan parahnya, saat berada ditikungan tajam (diatas) yang lebarnya hanya sekitar 3 meter, kontainer bernopol K 1752 GK, dengan plat warna kuning ini akhirnya menyerah, dikarenakan badan jalan yang menyempit hingga menyebabkan sebagian bodi kontainer rusak (Penyok). “Saya perhitungannya adalah spion depan sudah masuk, tapi ternyata bodi belakang ga bisa masuk”. Papar Fathullah, pengemudi kontainer.
Hasil pantauan Media Rakyat dilokasi, kontainer akhirnya berjalan mundur dan berhenti persis ditanjakan sejak sekitar pukul 06 pagi hingga akhirnya sekitar pukul 12.17 wib, pada Kamis [03\06], kemudian kontainer memutuskan berpindah tempat, menuju kebawah dijalan yang dianggap lebih datar dan aman.Perlu diketahui, sebelum kontainer pindah tempat, ada mobil truk yang bertuliskan Putra Jaya Moga yang notabene menurut informasi dari pengemudinya, Purnomo. Bahwa semen sempat beberapa kali dilangsir (dibawa nyicil) dari lokasi kontainer macet ke TB.PUTRA JAYA MOGA. “Ini dibawa sebagian ke Moga”. Ucapnya, saat masih duduk didepan kemudi.
Namun ironisnya, saat kontainer meninggalkan lokasi. Terlihat, beberapa goresan bekas ban kontainer yang saat parkir ditanjakan dan diganjal menggunakan batu dan terlihat sedikit merusak aspal. Diduga karena aspal jalan tersebut tidak kuat menahan beban, hingga akhirnya menekan aspal dan terlihat agak berlubang.
Dilain pihak, seorang warga yang sering disapa bang Alex mengungkapkan kekecewaannya terkait kejadian tak terduga tersebut. Dia menegaskan agar kedepan tidak ada kejadian serupa, disamping aktivitas lalulintas tersendat, aspal jalanpun menjadi rusak. karena sudah beberapa kali warga sekitar telah memperbaiki jalan tersebut menggunakan dana swadaya. “Saya berharap kedepannya tidak ada kejadian seperti ini lagi. Mudah-mudahan pemerintah setempat bisa memberikan perhatian khusus dan memasang rambu-rambu lalulintas agar kendaraan yang besar tidak melintas sembarangan”. Ungkapnya, kepada wartawan Media Rakyat. [SA.1\WL.9]
