Sungai Tercemar, BLH Undang Bupati Tanam Pohon

Anambas,(MR)

      DAERAH aliran sungai Batu Tambun dan Batu Tabir adalah 2 aliran sungai yang memiliki fungsi vital bagi kehidupan masyarakat kecamatan Siantan, terutama Tarempa dan sekitarnya. Tidak bisa dipungkiri, kebutuhan air masyarakat Tarempa dan sekitarnya mulai dari minum, mandi dan sebagainya terpenuhi dengan adanya 2 aliran sungai tersebut.

Akan tetapi, berdasarkan hasil tinjauan lapangan Wakil Bupati KKA, Abdul Haris, SH Januari silam, ditemui indikasi pencemaran bakteri Coli pada aliran sungai tersebut. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, mengingat fungsi vital kedua aliran sungai tersebut sangat mempengaruhi masyarakat.

Tidak mau tinggal diam, melihat situasi tersebut pasukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) yang dikomandoi oleh Said Mohd. Damrie, SKM, MPH selaku Plt. Kepala BLH KKA segera mengambil tindakan dengan menggelar acara gotong royong penanaman 300 pohon disepanjang  kedua aliran sungai tersebut pada Sabtu (21/04) silam.

Tidak datang sendirian, Said mengajak Bupati KKA, Drs.Tengku Mukhtaruddin beserta jajarannya untuk ambil andil dalam kegiatan tersebut, karena Said menilai bahwa peran serta kepala daerah juga mampu membangkitkan semagnat para masyarakat untuk turut serta mengambil peran dalam menjada lingkungan.

“Kehadiran Bapak Bupati dan jajarannya telah memberikan semangat dan dorongan yang kuat kepada kami dan masyarakat untuk menginkatkan kinerja dalam pengelolaan dan eprlindungan lingkungan hidup, terutama di kedua aliran sungai ini, “ ujar Said.

Sedikit menjelaskan mengenai kegiatan yang digelarnya, Said berujar pada dasarnya kegiatan ini bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan fungsi kedua sungai tersebut baik dari aspek kuantitas maupun kualitas sebagai sumber pemasok kebutuhan air bagi masyarakat. Sectidak hanya itu, secara khusus kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi pengendalian pencemaran daerah aliran sungai kepada masyarakat. “Tujuannya untuk mempertahankan dan meningkatkan fungsi sungai. Dan juga untuk meningkatkan kepedulain masyarakat, sehingga dapat meningkatkan peran serta dan partisipasi pihak-pihak terkait dalam menjaga sumber air di kedua aliran sungai tersebut,” pungkas Said.

Melihat semangat dan inisiatif dari BLH KKA, Bupati KKA, Drs.Tengku Mukhtaruddin sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dirinya menilai kegiatan ini merupakan sebuah tindakan nyata yang dilaksanakan untuk mendukung pembangunan yang sedang dilaksanakan.  “Saya sangat menyambut baik kegiatan ini. Tidak bisa kita pungkiri lingkungan yang sehat dan baik akan menjamin keberlanjutan pembanguann di KKA,” Ujar Tengku.

Tengku juga berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menyadarkan seluruh pemangku kepentingan yang ada untuk dapat menjaga daerah aliran sungai ini agar tidak berlanjut kepada taraf yang lebih mengkhawatirkan. Pasalnya Tengku menilai daerah aliran kedua sungai tersebut merupakan kesatuan ekologis yang tidak bsia dipisahkan dari pembangunan kawasan kota Tarempa sebagai pusat pemerintahan KKA saat ini.

“Saya harap dengan kegiatan ini kita bisa sadar, tolong jaga daerah aliran sungai kita agar jangan sampai mengarah kepada taraf yang dapat mengancam keberlanjutan pasokan sumberdaya alam untuk pembangunan masa mendatang, atau dalam kata lain, kritis,” tegas Tengku.

Point penting yang ditekankan oleh Tengku adalah masalah kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Dirinya yakin, dengan kesadarn amsayarakat yang tinggi akan lingkungan, keberlangsungan ketahanan lingkungan terutama di kedua aliran sungai pasti bisa terjaga dengan baik. “Saya menghimbau agar masyarakat dapat menumbuhkan kesadaran, dan mengubah perilaku untuk sama-sma menjaga lingkungan. Kita dari Pemda tetap memfasilitasi, tinggal selanjutnya tergantung masyarakat,” pungkas Tengku.

Salah satu contoh perubahan perilaku kesadaran masyarakat yang dimaksud Tengku adalah masalah pembuagnan sampah rumah tangga dan penggunaan Septic tank yang masih belum sesuai dengan ktentuan. Selama ini masyarakat amsih membuang sampah rumah tangga kesungai, yang sedikit banyak mempunyai andil dalam pencemaran sungai.  Belum lagi kotoran manusia yang dibuang kesungai yang menyebabkan tumbuhnya bakteri di sungai. “Muali sekarang jangan lagi emmbuang sampah ke sungai, dan tolong. Buat Septictank jauh dari badan sungai. Jangan lagi buang langsung. Ingat kami yang dibawah, janganlah kami telan bulat-bulat. Buatlah septic tank yang layak,” himbau Tengku. >>Eichiro/ Edo

Related posts