Kotamobagu, (MR) – Direktur RSUD Kotamobagu dr. Diana Sandra Pontoh pun menjelaskan kronologi masuknya pasien yang berstatus PDP tersebut yang meninggal dunia di RSUP Kandou.
“Pasien itu dari salah satu klinik di Mopuya.Pasien masuk tanggal 8 April jam 11.20 WITA di IGD RSUD Kotamobagu. Pasien ada luka diabet tambah dengan suspek gagal ginjal kronis. Setelah pasien masuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Hasil laboratorium pasien mengidap gagal ginjal kronis. Kemudian dilaporkan ke dokter, dan atas adivis dokter untuk dirujuk ke RSUP Kandou. Sekitar pukul 16.30 WITA, pasien dirujuk ke RSUP Kandou Manado. Jadi sekitar ada 5 jam pasien sempat dirawat di IGD RSUD Kotamobagu,” terangnya Jumat (10/4/2020).
“Saat di RSUD Kotamobagu pasien tersebut belum PDP. Setelah dirujuk di rumah sakit pusat RSUP Kandou diinformasikan PDP, lalu setelah diinformasikan pasien meninggal dunia lalu dilakukan pemeriksaan Swab. Jadi kita menunggu hasil pemeriksaan Swab itu,” tambahnya.
Lebih lanjut dr. Sandra sangat menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk jangan panik menghadapi pandemic Covid-19, dan selalu mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Selain itu beliaupun meminta masyarakat untuk kooperatif dengan memberikan penjelasan yang sebenar-benarnya saat diperiksa oleh petugas medis.
“Masyarakat jangan panik. Ketika masyarakat datang periksa tolong melakukan tindakan yang kooperatif. Ketika dilakukan anamnesa kami meminta pasien memberikan keterangan yang sebenar-benarnya kepada petugas medis di rumah sakit. Tetap lakukan social (jaga jarak sosial) dan physical distancing (jaga jarak fisik), dan perilaku hidup bersih dan sehat,” imbuhnya.
Akibat kejadian tersebut Pemerintah Kota Kotamobagu langsung bertindak cepat dengan mengisolasi 26 petugas medis RSUD Kotamobagu pasca meniggalnya satu pasien berstatus PDP asal Bolaang Mongodow yang dirujuk ke RSUP Kandou.
Direktur RSUD Kotamobagu dr. Sandra menjelaskan memang 26 petugas medis yang saat itu dinas hanya empat orang yang melakukan kontak dengan pasien yang berstatus PDP tersebut.
“Awalnya hanya akan mengisolasi perawat yang saat itu melakukan kontak dengan pasien, namun karena mempertimbangkan resiko penularan, seluruh petugas yang saat itu dinas pagi dan sore akan kita isolasi,” ujarnya.
Sementara itu Kabag Umum RSUD Kotamobagu Yusrin Mantali, S.Kom juga menjelaskan bahwa 26 petugas medis akan diisolasi di Rusunawa yang berada dekat dengan RSUD Kotamobagu
“26 Petugas medis akan diisolasisementara di Rusunawa yang berada dekat RSUD Kotamobagu selama 14 hari selain itu mereka juga akan dilakukan Rapid test terlebih dahulu untuk memastikan tidak adanya petugas medis yang terkontaminasi,” ujarnya.
Dalam mengisi kekosongan IGD akibat diisolasinya 26 petugas medis pihaknya akan melakukan roling tugas dengan petugas medis yang ada diruangan lain sebab IGD adalah ruangan yang memang harus dan wajib ada petugas medis yang siaga.
Hingga hari ini, Sabtu (11/4/2020) sudah ada 14 pasien positif covid-19 di Sulawesi Utara. Ke-14 pasien itu dirawat di dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandou Manado dan di Rumah Sakit Wolter Mongisidi Manado.
Catatan sejauh ini ada satu pasien yang dinyatakan sembuh atau dua kali negatif hasil pemeriksaan swab test. Namun pasien yang dimaksud sudah meninggal dunia karena penyakit penyertanya.
Sementara ada dua pasien yang meninggal dunia, yakni satu pasien asal Tomohon yang meninggal dunia sebelum hasil positif keluar, dan satu lagi pasien asal Minahasa Utara. Akibat meningkatnya pasien yang dinyatakan positif covid-19 Provinsi Sulawesi Utara ditetapkan sebagai salah satu wilayah transmisi lokal penyebaran virus corona atau COVID-19. (Neni)
