SERINGNYA sampah menumpuk, membuat warga yang bermukim di sekitar Pasar Tradisional Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir resah dan merasa tercemari. Pasalnya sampah kerap menimbulkan bau tidak sedap dan dikhawatirkan menjadi sumber penyakit. Hal ini dibenarkan Lurah setempat, Muhammad Nur.
Katanya, Pasar Tradisional Sungai Bengkal saat ini masih sangat membutuhkan perhatian penuh. Terutama soal sampah yang melimpah ruah dan kerap menumpuk hingga berhari-hari. “Soal sampah di pasar ini sudah lama dikeluhkan warga. Untuk mengatasi hal itu sangat diperlukan pengangkutan yang dilakukan secara rutin,” ujarnya.
Dijelaskannya, sampah yang menumpuk dan terbiarkan berhari-hari itu menimbulkan bau yang tidak enak. Ditambah pula dengan kondisi drainase yang tidak berfungsi dengan baik. Jika musim hujan maka sampah akan terbawa air mengalir kemana-mana. Dengan demikian tentunya sangat dikhawatirkan akan membuat penyakit mudah berkembang biak. “Jika dibiarkan akan memberikan dampak yang berat. Untuk itu kami sangat berharap kepada instansi terkait dapat mengupayakan kendaraan pengangkut sampah. Sehingga sampah itu dapat dibuang ke pembuangan terakhir secara rutin,” harapnya.
Hal yang sama diungkapkan oleh salah seorang warga yang bermukim disekitar pasar tersebut, Abdul Murad, Dirinya sudah sejak lama mengeluhkan kondisi ini, namun apa boleh buat dari hari kehari kondisinya semakin parah saja.
“Kami sebagai warga yang bermukim disekitar pasar ini telah lama mengeluhkan masalah sampah, sebab, setiap sehabis pasar kalangan, maka sampah akan terlihat berse-rakan dimana-mana, tentunya selain merusak pemandangan juga menimbulkan keresahan masyarakat karena bau yang tidak sedap”. Ungkapnya.
“Kami sangat berharap pemerintah serius memper-hatikan masalah ini dan secepatnya diambil tindakan,”. Pungkas Murad. >>HER

