Kades Kualamaras Harapkan Pembangunan Ekonomi Kemasyarakatan

Anambas,(MR)

PEMBANGUNAN di sebu-ah daerah haruslah menyentuh langsung dengan kebutuhan masyarakat banyak. Akan tetapi keseimbangan pembanguan tersebut juga tidak bisa hanya diukur dari segi pembangunan infrastruktur semata, karena kendati pembangunan infra-struktur merupakan hal vital, akan tetapi pembangunan Ekonomi kemasyarakatan juga tidak bisa dikesampingkan.

Dalam rangka pengem-bangan ekonomi kerakyatan sudah saatnya pembangunan infrastruktur disinkronisasi dengan pembangunan ekonomi masyarakat. Karena ketika pembangunan itu timpang, maka pembangunan disebuah daerah tidak bisa dikatakan berhasil. Pasalnya walaupun sebuah daerah memiliki keleng-kapan infrastruktur yang leng-kap, tapi masyarakatnya tidak memiliki taraf ekonomi yang baik, sama saja dengan bohong.

Hal serupa juga menjadi pertimbangan Megantara Kepala Desa (Kades) Kualama-ras, Kecamatan Jemaja Timur mengatakan, Pemerintah Dae-rah (Pemda) Kabupaten Kepu-lauan Anambas (KKA) hendak-nya tidak hanya mengedepan-kan pembanguann fisik saja, akan tetapi juga memperjuang-kan pembangunan ekonomi masyarakat. “Pembangunan ekonomi masyarakat itu pen-ting. Apa gunanya pembangu-nan infrasutruktur tanpa diim-bangi dengan pembangunan ekonomi kemasyarakatan, sama saja bohong,” pungkas Megan-tara.

Pembanguann ekonomi kemasyarakatan sejak dini dinilai sangat penting dilaku-kan, karena selama ini perkem-bangan ekonomi masyarakat dapat menjadi tolak ukur kemandirian suatu daerah sebagai daerah otonomi. “Sela-ma ini APBD kita masih tergan-tung dengan hasil Migas, padahal belum tentu puluhan tahun kedepan potensi tersebut masih bisa diandalkan. Oleh karena itu kita perlu mencari potensi lain untuk bisa me-ngembangkan roda perekono-mian di masyarakat,” ujar Megantara.

Sektor pertanian adalah salah satu  sumber peningkatan ekonomi kemasyarakatan di KKA yang harus digali kembali. Kendati  sebagian besar wila-yahnya adalah lautan, potensi pertanian di KKA juga tidak bisa dianggap remeh. Jemaja Timur khususnya, memiliki potensi pertanian yang menjanj-ikan. “Potensi pertanian sangat menjanjikan untuk mening-katkan ekonomi masyarakat. Kecamatan Jemaja Timur saja memiliki banyak sekali potensi pertanian yang bisa dikem-bangkan. Hanya saja sampai saat ini belum digarap dengan baik, “ imbuhnya.

Megantara berharap SKPD terkait dapat mensinergikan program pembangunan yang mengarah kepada petani. Contohnya rehabilitasi kebun karet rakyat atau mungkin lebih dikenal dengan nama perema-jaan. Untuk pembukaan lahan dari dinas PU dapat melaksa-nakan program pembukaan lahan. Setelah dibuka, maka selanjutnya tugas dari dinas pertanian untuk memberikan bantuan bibit karet serta pupuk kepada para petani yang ada.

Tidak hanya itu, dinas Pertanian juga dapat membe-rikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai cara-cara yang baik untuk merawat tana-man karet, sehingga didapatkan hasil yang maksimal pada saat panen. Selanjutnya Disperin-dag Kop dan UKM dapat menyalurkan bantuan Usaha Kecil Menengah (UKM). Hingga tahun ke 5 dari program ini petani sudah dapat menikmati hasil karet ketika tanama tersebut sudah bisa disadap. “Sekarang yang dibagikan itu bibit, sedangkan petani kita tidak punya uang untuk membuka lahan. Jadi bibitnya sia-sia,” papar Megantara.

Tidak hanya karet, KKA juga memiliki beberapa potensi pertanian lain yang bisa meningkatkan ekonomi kema-syarakatan seperti kakao, lada, cengkeh dan lain sebagainya. Hanya saja tidak semua daerah memiliki kultur tanah dan iklim yang sesuai untuk tanaman tersebut.  Oleh karena itu Megantara menyarankan agar Dinas Pertanian dan Perke-bunan dapat sesegera mungkin melakukan tinjauan lapangan mengenai potensi-potensi pertanian di setiap wilayah yang berada di KKA.

Dengan mendata semua potensi yang ada disetiap wilayah sesuai dengan keco-cokan potensi tanah dan potensi pertaniannya maka kedepan akan lebih mudah untuk mengembangkan potensi pertanian di tiap-tiap daerah. “Saya rasa penting untuk memetakan potensi pertanian di setiap darah. Setelah kita tau potensi daerah tersebut, mari para SKPD terkait sosialisasikan kepada masyarakat, agar masyarakat tau harus ditanam apa tanah mereka. Jangan sampai petani asal tanam, akhir-nya tidak pernah membuahkan hasil apa-apa,” ujar Megantara.

Pendapat Megantara terse-but mengacu kepada program yang telah dilakukan daerah Gorontalo, yang sukses mem-berdayakan masyarakatnya dari sector pertanian jagung. Menurutnya program yang dikenal dengan Maize Economi (Ekonomi Jagung) karya Fadel Muhammad tersebut sangat cocok bila diterapkan di daerah KKA ini. “Kita harus mencon-toh program Maize Economy (Ekonomi Jagung) karya Fadel Muhammad, Mantan Gubernur Gorontalo yang membangun kehidupan ekonomi masyara-katnya dengan jagung. Bukan berarti kita menanam jagung lalu kita makan jagung setiap hari. Tapi hasil pertanian tersebut kita ekspor sehingga taraf kehi-dupan masyarakat kita mem-baik. Dengan itu masyarakat kita dapat makan dan minum dengan layak,” pungkas Megantara. >>Edo

Related posts