Tasikmalaya,(MR)
PERINGATAN hari kesela-matan dan Kesehatan Kerja (K3) pada tanggal 12 Januari 2012 merupakan tahun ketiga bangsa Indonesia untuk ber-juang, berperan aktif dan bekerja secara kolektif dalam mendukung cita-cita besar yaitu “Indonesia Berbudaya K3 tahun 2015,” sebagaimana telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor : Kep.327/Men/XI/2009, yang dilaksa-nakan bersamaan dengan Apel Pagi di Halaman Balekota Tasikmalaya (Jum’at 17/2).
Dalam peringatan Hari K3 Nasional yang dilanjutkan dengan Bulan K3 Nasional tahun ini mengambil tema pokok “Optimalisasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk Peningkatan Mutu Kerja dan Produktivitas,” tema ini diang-gap sangat tepat dan strategis untuk mendorong semua pihak berpartisipasi aktif membudaya-kan K3.
Kapolresta Tasikmalaya AKBP. Gupuh Setiono S.Ik sebagai Inspektur Upacara dalam amanatnya membacakan sambutan dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Repub-lik Indonesia bahwa Kongres K3 Dunia ke-18 di Turki, tanggal 11 September 2011, telah disepakati dan ditandatangani Istanbul Declaration on Safety and Health at Work oleh 33 (tiga puluh tiga) Menteri Tenaga Kerja dari 33 negara. Berarti pelaksanaan K3 ditempat kerja dan upaya mewujudkan budaya K3 menjadi komitmen semua negara, termasuk Indo-nesia yang telah mencanang-kannya sejak Nopember 2009.
Oleh karena itu, Menteri Tenaga Kerja RI sebagai pemegang policy nasional K3, berdasarkan UU No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, menghimbau dan menyerukan kepada semua pihak harus lebih meningkatkan K3 di semua kegiatan mulai dari perencanaan, pembuatan/pemasangan, pengoperasian/pemakaian, dan pemeliharaan terhadap seluruh peralatan produksi dalam upaya menja-min keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja, maupun masyarakat sebagai konsumen barang atau jasa hasil produksi atau pengguna sarana dan fasilitas umum.
Pada tanggal 20 Oktober 2011 di Jakarta, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerjasama dengan ILO ber-inisiatif mengumpulkan pihak-pihak terkait untuk mendis-kusikan dan membahas cita-cita besar mewujudkan Indonesia berbuaya K3, yang hasilnya baik dari pemerintah, wakil organisasi pengusaha, wakil Serikat Buruh/Serikat Pekerja, wakil Asosiasi Lem-baga K3 dan wakil Asosiasi Profesi K3 maupun dewan K3 Nasional telah sepakat dan komitmen untuk Melakukan upaya bersama yang terkoor-dinasi dalam strategi nasional K3 melalui implementasi ber-bagai program K3 di semua tingkatan,.
Mendorong semua pihak terutama para pemimpin perusahaan/ tempat kerja dan pekerja untuk memprioritaskan pelaksanaan K3 di setiap kegiatan usaha, Bekerjasama dengan semua pihak untuk menciptakan dan meningkatan kualitas sumber daya manusia bidang K3 serta membina pembentukan sikap kerja aman (safety behaviour) bagi tenaga kerja, Melakukan sosialisasi dan kampanye K3 kepada semua lapisan masyarakat dalam rangka menciptakan perilaku dan kondisi aman dan sehat pada setiap kegiatan, Melakukan evaluasi kinerja K3 terhadap sasaran program K3 nasional dan menjadikannya sebagai capaian kinerja. Jelas H.Syarif dalam membacakan sambutan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.
Apel HKN yang dirang-kaikan dengan peringatan hari keselamatan dan kesehatan kerja diikuti oleh Peleton TNI, TNI AU, Polisi, Satpol-PP, Korpri dan perwakilan dari beberapa perusahaan. Diacara-kan pula penyerahan santunan kepada Keluarga alm.Suparlan dari PT Jamsostek yang diserah-kan Walikota kepada ahliwaris almarhum. >> H. Ade Dimyati
