PR Pemprov Kota Bogor Kemacetan Di Tugu Kujang

Bogor, (MR) – Provinsi Bogor Raya, ramai terdengar beritanya sekarang ini, hampir semua media menayangkan berita ini dan mengundang perhatian khalayak ramai.
Sebenarnya sah-sah saja jika suatu Kota ingin menjadi Provinsi, tetapi jika kita berkaca kepada realita seharusnya  Bapak Walikota Bogor Bima Arya bisa lebih memaksimalkan terlebih dahulu Kotanya agar menjadi lebih baik untuk kelak baru siap menjadi suatu Provinsi.
Permasalahan Pertama yang semua kalangan ketahui adalah macetnya ‘si kota hujan’ ini, angkot ( angkutan kota ) yang dahulu kala sudah terkenal dengan julukan sejuta angkot keberadaan trayeknya semakin diperluas. Angkot yang dulu hanya sampai nomor 16 sekarang berkembang pesat sampe nomor 23.
Bahkan ada angkot modern yang konon akan dikeluarkan oleh Bapak walikota dan dijamin lebih terawat dan bersih dibandingkan angkot lainnya.
Kedua, Macet ini diperparah oleh menyempitnya jalur di beberapa ruas kota. Sebagai contoh Pajajaran depan PMI dan Lippo Plaza Kebun Raya sekarang semakin menyempit akan tetapi trotoar semakin melebar di sisi kanan jalan.
Hal yang sama berlaku di jalan Otto Iskandar Dinata ( Otista ). Orang bogor sering menyebutnya jalan didepan tugu Kujang yang sebagai icon kota Bogor semakin semrawut dan semua angkutan bermuara di jalan tersebut.
Pantauan Media Rakyat sempat bertanya ke pada beberapa warga dan inilah jawaban beberapa narasumber ” sabtu dan minggu semuanya ngga gerak, lebih dari Jakarta sekarang bogor macetnya.” Ucap ibu Raya salah satu karyawan swasta.
Dan kebetulan saya juga bertanya kepada orang lain yang ternyata kebetulan dia mantan kernet bus Transpakuan yang sekarang sudah fakum keberadaannya ” dulu trayek bubulak-brng siang 35-45 menit. Dengan sistem baru kita jadi 1,5 jam hingga 2 jam. Rugi waktu dan tenaga udah gitu ruas sisi jalan di kota makin kecil.”
Itulah sedikit gambaran kecil mengenai kemacetan di bogor, yang banyak dikeluhkan semua masyarakat. Jika walikota mau membuat Provinsi alangkah baiknya di bantu dengan infrastruktur, pengelolaan angkutan, bis, lrt dan armada lainnya menjadi lebih baik lagi,ujar Bpk wardoyo  yang sering menggunakan kendaraan umum. (Jefferi)

Related posts