Usut Pemborosan PLN Panja Minta Bentuk Pansus

– Nilainya 6 kali Lipat Lebih Besar dari Kasus Century
– KPK Diminta Turun tangan

 

“Marzuki ngapain permasalahkan Rp20 miliar. Yang ini dong Rp 20 Triliun. Itu baru pemborosan dalam belanja BBM untuk PLN. Belum operasional dan lain-lainnya,”

“Kalau KPK juga sudah tidak mau, ya kita telanjangin saja ke rakyat,”

Jakarta,(MR)

Panitia Kerja (Panja) Hulu Listrik yang diketuai Effendi Simbolon terkesan dilemahkan dalam menangani kasus pemborosan PLN Rp37 triliun. Oleh karena itu, Panja sudah harus ditingkatkan menjadi Panitia Khusus (Pansus) dengan pimpinan yang baru yang mampu membongkar kasus megaskandal PLN ini. Ketua Panja Hulu Listrik DPR RI, Effendi Simbolon mengakui dilemahkan peran panja dalam mengusut kasus pemborosan PLN senilai puluhan Triliun.

Sebelumnya, DPR telah meminta audit investegasi kepada BPK terkait sektor hulu listrik PT PLN yang diduga menyedot APBN secara rutin setiap tahunnya dengan nilai minimum Rp20 triliun hanya dari suplai bahan bakarnya. “Pemborosan ini kan tidak melulu karena teknis. Ini juga ada karena kesengajaan dari manajemen dan politik kekuasaan untuk mengeruk keuntungan dari bisnis di lingkup PLN,” Ada upaya sistematis yang melibatkan para petinggi negara di kabinet turut serta melindungi pengusutan kasus tersebut,. ujar anggota DPR yang duduk di Komisi VII tersebut, Selasa (17/1).

Effendi mengatakan, pemborosan PLN, terutama dalam pengadaan bahan bakar identik dengan mafia minyak yang bermain di sektor BBM. Ketua DPP PDIP tersebut menambahkan, pemborosan PLN merupakan korupsi sistematis yang melibatkan para petinggi negara di kabinet.

Pemborosan PLN Rp37 triliun berdasarkan temuan BPK, ini jelas megaskandal. Kasus Century saja hanya Rp6,7 triliun, ini enam kali lipat lebih besar dari kasus Century. “Ini harus dibongkar. Panja tidak cukup untuk membongkar ini. Apalagi panja sekarang sengaja dibuat tidak bergigi,” kata Sekretaris Pendiri Indonesian Audit watch (IAW), Iskandar Sitorus dalam Rilisnya, Kamis (19/1).

Effendi Simbolon mengakui, sudah saatnya Panja Hulu Listrik ditingkatkan menjadi Pansus. Selain itu, ia meminta agar KPK turun tangan mengusut dugaan mega skandal korupsi ini. “Kalau KPK juga sudah tidak mau, ya kita telanjangin saja ke rakyat,” tegasnya.

“Marzuki ngapain permasalahkan Rp20 miliar. Yang ini dong Rp 20 Triliun. Itu baru pemborosan dalam belanja BBM untuk PLN. Belum operasional dan lain-lainnya,” tukas Ketua Panja Hulu Listrik DPR RI, kepada wartawan di Jakarta, Selasa kemarin.

Menurutnya, pemborosan PLN telah mengakibatkan kerugian puluhan triliun rupiah setiap tahunnya. Pemborosan tersebut, kata Effendi, melibatkan Mafia Minyak dan penguasa serta para petinggi negara dalam kabinet pimpinan Presiden SBY. “Kok itu malah dibiarkan saja. Bongkar dong,” tantang Ketua DPP PDIP tersebut.

Ia mengungkapkan, permainan busuk tersebut terus langgeng karena luput dari perhatian banyak pihak. “Bagaimana busuknya agen-agen mereka menghisap uang negara dalam APBN lewat PLN dan Pertamina. Ngapain Marzuki ngurusin yang kecil-kecil,” ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR RI itu. >> Tedy Sutisna

Related posts